Jumat, 18 September 2009 15:36 WIB News,Info Mudik Share :

Jalur Nagreg macet total hingga 25 km

Nagreg–Tanjakan Nagreg, Kabupaten Bandung yang merupakan jalur mudik selatan Jawa Barat, Jumat siang macet total hingga mengakibatkan timbulnya antrean kendaraan memanjang sejauh kurang lebih 25 kilometer.

Berdasarkan pantauan di lapangan, buntut kemacetan tersebut terjadi dari arah Rancaekek, Kabupaten Bandung, hingga menuju perbatasan Kabupaten Garut dan Tasikmalaya.

Wahyu Diana, anggota Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menyebutkan, sementara arus lalu lintas dari arah timur (Garut) menuju ke barat (Bandung) terhitung sangat sepi. Namun dari arah sebaliknya, barat ke timur, kendaran begitu mumbudak hingga menimbulkan kemacetan total.

“Dari arah barat menuju timur hingga saat ini macet total, dan kami perkiraan kemacetan tersebut hingga perbatasan Garut dan Tasikmalaya,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, pada hari ini (Jumat) kendaraan yang melintas melalui jalur Nagreg naik hingga 50 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.

“Kendaraan yang melintas dari arah barat ke timur meningkat hingga 50 persen dibanding kemarin,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, kemacetan di wilayah Nagreg masih terjadi. Kemungkinan besar lonjakan pemudik membludak usai Salat Jumat sekitar pukul 12.30 WIB. Kemacetan tersebut mulai dari wilayah Rancaekek, Cicalengka hingga sampai turunan atau tanjakan Nagreg.

Karena macet total, para pengendara tampak banyak yang turun dari mobilnya. Sementara pengemudi kendaraan beroda dua, memilih untuk beristirahat di pinggiran jalan.

“Lebih baik beristirahat dahulu. Kalau diteruskan percuma, macet gini,” ujar Faisal, pemudik berkendara roda dua asal Bandung.

Menurutnya, sesudah Salat Jumat, dirinya langsung berangkat mudik dengan tujuan ke rumah orangtuanya di Tasikmalaya. Namun, perkiraan bahwa jalanan tidak akan macet, pada kenyataan malah sebaliknya, kata dia.

“Saya kira tidak macet seperti ini. Kan jalur Nagreg sudah dilebarkan, tapi nyatanya tetep saja macet,” katanya dengan nada “kukulutus”.

 

Ant/tya

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…