Jumat, 18 September 2009 17:27 WIB News,Info Mudik Share :

Dua jalur alternatif rawan longsor

Ungaran–Setidaknya dua dari 11 jalur alternatif pemudik di Kabupaten Semarang, rawan longsor bila terjadi hujan relatif lebat.

“Hujan lebat yang akhir-akhir ini bisa menyebabkan longsor di dua jalur alternatif itu,” kata Kepala Kepolisian Resor (Polres) Semarang, AKBP Edi Swasono, di Ungaran, Jumat.

Dua jalur tersebut, katanya, sepajang Susukan-Kalirejo dan Bandungan-Sumowono-Jambu-Banyubiru.Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan Polres Temanggung yang berbatasan dengan Kabupaten Semarang untuk penanganan terhadap kemungkinan longsor di jalur alternatif tersebut. Petugas, katanya, akan memantau kondisi jalur tersebut terutama saat hujan lebat.

“Alat berat juga telah disiapkan,” katanya.

Ia mengatakan, pemudik harus hati-hati saat melewati jalur tersebut terutama jika hujan relatif lebat. Kepala Bidang Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Pemerintah Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto, mengatakan, hingga Jumat (18/9), berbagai jalur alternatif mudik di daerah itu relatif belum banyak dimanfaatkan pemudik.

“Mungkin karena pemudik melihat jalur utama masih lancar,” katanya.

Ia mengatakan, kemungkinan puncak arus mudik di daerah itu pada H-2 atau Sabtu (19/9). Pada puncak arus mudik Lebaran 2008, katanya, kendaraan yang melintas tercatat sekitar 100 unit permenit.

Kepala Terminal Bawen, Dwi Riyanto, mengatakan, peningkatan penumpang Lebaran di tempat itu mencapai sekitar dua persen ketimbang hari biasa sedangkan tiga dari 10 bus cadangan sudah dioperasikan untuk melayani pemudik. Hingga Jumat (18/9) siang, katanya, sekitar 500 pemudik tercatat di terminal itu antara lain menuju ke Solo dan Yogyakarta.

“Sudah naik dibanding hari kemarin (17/9) yang sekitar 235 pemudik,” katanya.

Berdasarkan pantauan, arus mudik di jalan utama Kabupaten Semarang, Jalan Diponegoro, terlihat berbagai kendaraan melintasi secara lancar dan tidak tampak kemacetan.

Petugas kepolisian yang berjaga di posko setempat berulang kali, melalui pengeras suara, mengingatkan pemudik yang lelah untuk beristirahat supaya tidak mengalami kecelakaan.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…