Kamis, 17 September 2009 16:48 WIB Karanganyar Share :

Tak dilengkapi petugas kesehatan, Pos Pam Sroyo disorot

Karanganyar (Espos)–Pos Pengamanan (Pam) Lebaran di pertigaan Sroyo, Jl Raya Solo-Sragen, Karanganyar, jadi sorotan. Sebab, dari empat Pos Pam yang ada, hanya Pos Pam Sroyo yang hingga saat ini belum dilengkapi dengan mobil ambulan dan petugas kesehatan.

Padahal, keberadaan petugas kesehatan maupun mobil ambulan sangat penting untuk meng-cover kejadian yang tak diinginkan, misalnya terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur mudik atau adanya pemudik yang mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan mudik.

Kondisi itu menjadi perhatian utama jajaran Muspida Karanganyar, ketika melakukan tinjauan Pos Pam Lebaran, Kamis (17/9).

Selain Kapolres Karanganyar AKBP Sri Handayani yang diwakili Wakapolres Kompol Ridho Wahyudi, semua jajaran Muspida lengkap mengikuti kegiatan itu, baik Bupati Rina Iriani, Dandim Letkol (Inf) Lilik Sutikno, Kajari Damianus Sriyatin, Ketua Pengadilan Negeri I Gusti Lanang Daud, beserta pejabat Pemkab lain.

“Secara umum semua Pos Pam yang dibangun di Karanganyar sudah sesuai standar, baik jumlah personel yang disiagakan maupun fasilitas pendukungnya. Namun ada beberapa yang belum ada, seperti PMI, mobil ambulan atau petugas kesehatan dari Puskesmas, khususnya di Pos Sroyo,” kata Bupati Rina saat ditemui wartawan di sela-sela tinjauan.

Untuk itu, pihaknya meminta supaya segala kekurangan itu dapat dilengkapi secepatnya. Semestinya, H-7 Lebaran semua Pos Pam Lebaran telah siap dioperasikan, berikut fasilitas pendukungnya.

Dengan kelengkapan personel dan fasilitas, kata Rina, jika terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan, tentunya dapat ditangani dengan cepat dan tidak sampai menimbulkan risiko yang lebih berat.

“Mudah-mudahan selama masa mudik Lebaran ini, semuanya lancar dan aman. Tidak ada kejadian apa pun, termasuk kecelakaan lalu lintas. Kalau pun ada, dengan kesiapan personel dan fasilitas di Pos Pam, tentu semuanya dapat tertangani dengan baik,” ujarnya.

Selama masa Lebaran ini, Bupati juga meminta seluruh kantor pelayanan publik di Bumi Intanpari menyiagakan petugas piket. Semua Puskesmas dan Rumah Sakit juga diminta membuka pelayanan selama 24 jam, termasuk dokter Puskesmas dan Rumah Sakit. “SPBU juga saya harap membuka pelayanan 24 jam dan menjamin ketersediaan BBM di tempatnya aman untuk mencukupi kebutuhan para pemudik,” tambahnya.

dsp

lowongan kerja
lowongan kerja KLINIK PRATAMA WHITE ROSE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…