Kamis, 17 September 2009 20:20 WIB Solo Share :

Pemkot Solo bagi-bagi zakat

Solo (Espos)–Sebanyak 13,3 ton beras zakat fitrah yang dihimpun dari para pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Kamis (17/9) pagi dibagikan kepada para mustahik, baik perorangan maupun kelompok. Pembagian zakat itu dilakukan di halaman masjid dan gedung Dekranasda kompleks Balaikota.

Pembagian beras zakat itu dimulai pukul 08.00 WIB. Para mustahik (penerima zakat) dengan girik atau surat keterangan pengambilan zakat di tangan sudah berdatangan. Mereka terdiri atas warga kurang mampu, penyandang cacat, pengelola masjid, sekolah, taman pendidikan Alquran (TPA), tenaga harian lepas (THL) Dinas Pengelolaan Pasar (DPP), petugas kebersihan (cleaning service) Balaikota, paguyuban becak, yayasan/panti, tenaga kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), dan petugas perlindungan masyarakat (Linmas) kelurahan. Tampak hadir pula dalam pembagian zakat fitrah itu, Walikota Solo, Joko Widodo, yang melakukan penyerahan secara simbolis kepada perwakilan mustahik.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Solo, Nur Haryani, selaku panitia pembagian zakat, dalam laporannya mengungkapkan, beras zakat sebanyak 13.300 Kg atau 13,3 ton tersebut telah dihimpun dari para PNS Pemkot sejak 24 Agustus 2009. “Kami sudah mengeluarkan surat edaran (SE) pengumpulan zakat fitrah ini sejak 24 Agustus lalu. Sedangkan batas akhir pengumpulan zakat adalah 15 September. Bentuknya beras sebanyak 2,5 Kg atau uang senilai Rp 15.000,” kata Nur.

Pada akhir waktu pengumpulan zakat, Nur mengungkapkan, ternyata terkumpul uang senilai Rp 79.986.000 dan setelah dikonversi dalam bentuk beras, totalnya mencapai 13.300 Kg atau 13,3 ton. Beras itu dibagikan kepada mustahik perorangan sebanyak 1.122 sak atau 2.805 Kg (1 sak berisi 2,5 Kg) dan mustahik kelompok sebanyak 4.198 sak atau 10.495 Kg.

Salah seorang penerima zakat, Bastiah, 52, warga Semanggi, saat ditanya mengaku sangat senang mendapatkan beras zakat tersebut. Dia mengatakan, sebelumnya telah diminta mengumpulkan fotokopi KTP untuk mendapatkan girik pengambilan beras zakat di Balaikota.
“Anak saya ada enam orang, dan saya juga punya beberapa cucu. Beras ini akan sangat membantu untuk makan saat Lebaran nanti,” ujar Bastiah, yang kemarin mendapatkan dua sak atau 5 Kg beras untuk dirinya dan anaknya.
shs

lowongan kerja
lowongan kerja Kantor SD Aisyiyah Gemolong, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Tokoh Zaman yang Langka

Gagasan ini dimuat Harian Solopos Kamis (8/6/2017), ditulis A. Windarto, peneliti di Lembaga Studi Realino Sanata Dharma Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Esai Albertus Rusputranto P.A. berjudul Bung Karno, Lenso, Cha-Cha (Solopos, 2/6/2017) memperlihatkan betapa legendarisnya Presiden pertama Republik Indonesia itu. Pasukan pengawal…