Kamis, 17 September 2009 19:36 WIB Wonogiri Share :

Legislator incar komisi C

Wonogiri (Espos)–Pembagian jumlah anggota Dewan di masing-masing komisi dinilai tidak seimbang dan merata. Jumlah legislator yang diusulkan duduk di komisi C membengkak.

Rapat paripurna penetapan tata tertib (Tatib) mengenai peraturan DPRD telah disepakati anggota Dewan. Selanjutnya pimpinan sidang paripurna melanjutkan agenda penetapan alat kelengkapan Dewan. Pada agenda tersebut, masing-masing partai menentukan dan membagi anggota untuk duduk di komisi.

Berdasarkan pantauan Espos, jumlah anggota yang dibagi ke masing-masing komisi tidak seimbang dan terjadi kesenjangan. Sejumlah legislator “memfavoritkan” untuk duduk di Komisi C. Akibatnya jumlah anggota yang diusulkan di komisi C sejumlah 13 orang. Menurut salah seorang anggota Dewan, Setyo Sukarno, pembagian anggota di masing-masing komisi diusahakan sama, artinya tidak ada komisi yang jumlah anggotanya lebih tinggi dari anggota komisi lainnya.

“Ini harus dikaji kembali, bagaimana pun jumlah anggota komisi diusahakan anggotanya sama agar tidak terjadi kesenjangan,” jelas dia pada sidang paripurna di Gedung DPRD, Kamis (17/9).

Disebutkan, komisi A yang membidangi Hukum dan Pemerintahan jumlah anggota yang diusulkan yakni 10 orang. Praktis di komisi tersebut anggota Dewan yang  aktif yakni sembilan orang, mengingat salah satu anggota Dewan yang belum dilantik Lakgiyatmo menempati posisi tersebut. Komisi B yang membidangi ekonomi mengusulkan 11 orang, sementara komisi D diajukan 12 orang. Dia  mengatakan hal tersebut harus dibahas ulang agar tidak mempengaruhi kinerja. “Jika diperlukan harus ada pembicaraan ulang kepada pimpinan fraksi,” jelasnya.
das

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…