Kamis, 17 September 2009 10:33 WIB Sukoharjo Share :

Jika benar Urwah, warga tolak pemakaman

Sukoharjo (Espos)–Pasca-pengepungan Densus 88 di rumah kontrakan di Kepuhsari, Mojosongo, Jebres, Solo, Kamis (17/9) pagi, suasana di rumah Urwah alias Bagus Pranoto yang diduga tewas dalam penggerebekan tersebut di Buntarejo, Kadokan, Grogol, Sukoharjo dalam keadaan normal. Situasi di desa tersebut tidak ada keramaian.

Dari pantauan Espos, tidak ada aktivitas yang mencolok atas adanya pemberitaan penggerebekan Densus 88 di Mojosongo Solo tersebut. Ketua RW IV Buntarejo, Priyono menyatakan pihaknya baru mengetahui adanya informasi itu dari pemberitaan televisi dan informasi yang berkembang.

“Tetapi ada beberapa informasi yang masuk, ada beberapa warga yang menolak jika korban tewas itu benar Urwah alias Bagus Pranoto, maka warga menolak jenazah dimakamkan di desa, karena sudah mencoreng nama baik desa,” jelas dia.

Pihaknya, masih menunggu perkembangan informasi atas tewasnya empat orang yang diduga pelaku terorisme tersebut.

Sementara, di rumah Urwah sendiri dalam kondisi kosong, pagar rumah dan pintu tertutup. Salah seorang warga yang enggan disebut namanya menyatakan, dalam tiga hari terakhir ini, istri Urwah, Rina, kembali ke rumah, untuk melakukan bersih-bersih.

rei

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….