Kamis, 17 September 2009 12:00 WIB News Share :

Ayah Urwah minta jenazah anaknya dimakamkan di Kudus

Kudus–Hingga kini, keluarga Bagus Budi Pranoto alias Urwah, belum mendapatkan kabar dari polisi  terkait nasib Urwah. Bila memang Urwah meninggal dunia, ayahnya minta jenazah Urwah dimakamkan di Kudus.

Dalam penggerebekan yang dilakukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI di Kampung Kepuh Sari RT 3 RW 11, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, ada empat orang yang tewas. Salah satu korban tewas disebut-sebut Urwah.

“Saya ayahnya, kalau benar anak saya meninggal, saya ingin dia dimakamkan di sini,” kata Ismanto, ayah Urwah, Kamis (17/9).

Masyarakat sekitar juga tidak mempermasalahkan jika Urwah dimakamkan di desanya.

“Warga tidak mempermasalahkan kalau Bagus dimakamkan di sini,” ungkap Kardi, tetangga Ismanto.

Meski disebut-sebut Urwah tewas dalam pengepungan Densus 88 itu, Ismanto dan pihak keluarga belum yakin dengan kabar duka itu. Sebab, hingga sekarang mereka belum mendapat pemberitahuan dari polisi.

Saat ini, keluarga Urwah berkumpul di rumah Ismanto yang sederhana itu. Selain ayah serta keluarga Urwah, nampak beberapa tetangga juga ikut berkerumunan di depan rumah untuk mengetahui kebenaran berita tentang kematian Urwah dalam penggerebekan yang dilakukan Densus 88.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…