Rabu, 16 September 2009 12:33 WIB Ah Tenane Share :

Tiwas GR

160909ahtenaneJon Koplo bisa dibilang seperti bos karena perutnya tampak buncit plus pakaiannya selalui rapi. Ia bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan swasta di Jajar, Solo. Sayangnya dia ini termasuk thukmis alias playboy karena memang pinter ngrayu cewek.
Hebatnya, hampir setiap keluar kantor atau di jalan pasti dapat kenalan cewek.
Suatu hari, Jon Koplo dan temannya, Tom Gembus sedang makan di kantin kantornya. Tiba-tiba dua cewek cantik masuk ke warung. ”Mbus, gebetan baru nih! Pasti kena!” bisik Koplo sambil melirik cewek cantik itu.
Pucuk dicinta ulam tiba. Ternyata cewek itu duduk di samping Jon Koplo. ”Siang, Mas. Kenalkan, saya Gendhuk Nicole…” ucap cewek yang cakep berkulit langsat itu sambil mengulurkan tangan.
Keduanya langsung ngobrol, bahkan saling tukar nomor HP.
Hari Sabtu sore, Gendhuk Nicole mengajak janjian ketemu di lobi sebuah hotel. ”Mbus, ini lihat! Baru kenalan aja udah ngajak kencan di hotel!” pamer Koplo sambil menunjukkan SMS di HP-nya. ”Wah! Elok tenan kamu, Plo! Cewek secakep itu bisa katut,” puji Tom Gembus.
”Aku kok…! Sudah, begini saja. Besok temani aku ya. Tapi kamu tunggu di luar! Nanti kamu tak kasih tip,” janji Koplo.
Dengan pakaian necis, Sabtu sore itu keduanya pergi menemui Gendhuk Nicole di lobi hotel. Ternyata Gendhuk Nicole tidak sendirian, dia membawa beberapa teman dan sambil membuka laptopnya.
Akhirnya Gendhuk Nicole menerangkan pada Jon Koplo, bahwa profesinya adalah marketing obat pengecil perut. Ia menemui Jon Koplo di lobi hotel itu dengan maksud menawarkan obatnya. Kontan saja Jon Koplo kaget plus kecewa. Bayangannya berdua dengan cewek di hotel itu buyarlah sudah.
”Asem! Edan! Kurang ajar! Gendhuk Nicole itu tak kira cewek yang bisa diembat. Ternyata bakul obat!” omel Jon Koplo dalam perjalanan pulang. Tom Gembus cuma bisa ketawa ngakak… kak-kak-kak… Kiriman Siswanto, Kodokan RT 04 Papahan, Tasikmadu, Karanganyar.

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…