Rabu, 16 September 2009 17:20 WIB News Share :

Sehari, dua rumah ludes terbakar

Grobogan (Espos)–Ditinggal menjalankan salat tarawih, rumah milik Suti, 70, warga Kampung Palembahan RT 2, RW VIII, Kelurahan Kalongan, Selasa malam (15/9) ludes terbakar. Api diduga berasal dari arah dapur rumah korban.

Sementara di tempat terpisah, rumah milik Nyami, 62, warga Desa Jetaksari RT 2, RW VI, Kecamatan Pulokulon juga hangus terbakar. Api diduga berasal dari konsleting listrik. Informasi yang diperoleh Espos menyebutkan, sebelum kejadian Suti berangkat ke mesjid untuk mengikuti salat tarawih.

Sementara cucunya, Nurhadi, 30, pedagang bakso tengah berjualan di depan SMA Muhammadiyah. Sehingga rumah saat kejadian dalam keadaan kosong. Api kali pertama diketahui oleh Slamet, tetangga korban yang saat itu baru selesai makan keluar rumah sekitar pukul 19.20 WIB. Saksi melihat rumah bagian belakang milik korban sudah terbakar.

Kontan, saksi berlarian menuju ke mesjid di mana korban tengah salat tarawih, meminta bantuan warga. Jemaah salat tarawih yang diberitahu saksi, kontan membubarkan diri dan berlarian ke arah rumah korban.

Warga secara bergotong royong berusaha memadamkan api, namun karena rumah korban yang sebagian besar dari kayu dengan cepat ludes terbakar. Warga tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga milik korban.

Akibatnya, BPKB, pesawat televisi dan uang Rp 2 juta yang dikumpulkan korban untuk Lebaran, ikut hangus terbakar kerugian sekitar Rp 35 juta. Mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi, tak mampu menyelamatkan rumah milik Suti.

Sementara kebakaran yang menimpa rumah Nyami, kali pertama diketahui Mukarobin, 35. SaksiĀ  memberitahu warga lainnya. Menurut Camat Pulokulon, Drs M Arifin, dari keterangan sejumlah saksi api diduga berasal dari konsleting listrik. Akibat kebakaran tersebut rumah limasan dari kayu jati milik korban rata dengan tanah. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 40 juta.
rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…