Rabu, 16 September 2009 14:44 WIB Info Mudik Share :

Ribuan calon penumpang telantar akibat keterlambatan

 Semarang–Ribuan calon penumpang kapal motor (KM) Leuser jurusan Kumai-Semarang-Pontianak yang akan mudik dari terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu, sempat telantar karena keterlambatan kapal.

Salah seorang calon penumpang KM Leuser, Sulaiman,45, warga Semarang, mengaku kecewa dengan keterlambatan kapal yang akan
mengangkutnya ke Pontianak.

“Saya sudah menunggu disini sejak pukul 04:30 WIB, sedangkan rencana keberangkatannya pukul 05:00 WIB, tapi hingga pukul 10:30 WIB kapal belum juga datang,” katanya.

Dia menambahkan, dari pihak pelabuhan mengatakan bahwa kapal akan datang pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, Supervisor Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kaswadi, saat dikonfirmasi mengenai alasan keterlambatan KM Leuser mengaku tidak mengetahui.

“Saya hanya disuruh memberitahukan pada para calon penumpang kalau KM Leuser terlambat tiba di Pelabuhan Tanjung Emas,” katanya.

Sekitar pukul 11:30 WIB, KM Leuser akhirnya tiba di pelabuhan dengan mengangkut sekitar delapan ribu lebih penumpang dari Pontianak. Salah seorang penumpang dari Kumai yang berasal Banjarnegara, Yudi Setyawan, mengatakan dirinya telah menempuh perjalanan selama 18 jam.

“Sebelum diberangkatkan, saya sempat menunggu kapal selama enam jam di Pelabuhan Kumai,” katanya sambil membawa barang bawaannya.

Dia menerangkan, saat berada di kapal dia terpaksa duduk berdesak-desakan dengan penumpang lain di sepanjang lorong kapal.

“Kondisi di dalam kapal sangat tidak teratur, banyak penumpang yang tidak kebagian tempat duduk, bahkan ada beberapa penumpang yang duduk di atas perahu sekoci penyelamat,” ujarnya.

Dia mengharapkan pemerintah menambah jumlah armada kapal pengangkut penumpang untuk mengantisipasi lonjakan penumpang kapal yang akan mudik ke daerah masing-masing pada Lebaran 2009.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…