Rabu, 16 September 2009 20:35 WIB Wonogiri Share :

Pembayaran kompensasi SUTT berlangsung alot

Wonogiri(Espos)–Meskipun sejumlah warga Jatibedug, Purworejo mengaku masih keberatan terkait pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Namun beberapa warga di antaranya telah bersedia menerima kompensasi maupun ganti rugi.

Menurut salah seorang warga Jatibedug, Purworejo, Wonogiri,Gunawan, ada sebelas warga yang tidak menyetujui adanya dana kompensasi atas pembangunan SUTT. Dia mengaku dana kompenasasi terlalu rendah yakni Rp 3,5 juta per unit. “Jika jaringan akan terus dibangun maka kami minta dipindah ke bangunan yang tidak dinaungi jaringan itu,” jelasnya ketika dihubungi Espos, Rabu(16/9).

Camat Wonogiri, Sriyono mengatakan selaku fasilitator pemerintah kecamatan mempertemukan PLN dan warga terkait dengan pembayaran kompensasi maupun ganti rugi pembangunan SUTT. Dia mengatakan, mengenai pembayaran tersebut PLN akan melakukan pengiriman sejumlah uang melalui weselpos sehingga tidak melalui pemerintah kecamatan. “Hari ini dilakukan pembayaran bagi warga yang terkena proyek SUTT, mereka mendapatkan uang dalam bentuk wesel,” jelas dia ketika hubungi Espos, Rabu .

Dia mengatakan, untuk kompensasi warga mendapatkan Rp 5.000 per meter, tetapi untuk ganti rugi tapak tower warga dapat melakukan negosiasi dengan pihak PLN. Menurutnya, harga tanah tersebut bervariasi sehingga tidak dapat ditentukan secara pasti.

“Nilai kompensasi pada dasarnya sama, tetapi untuk yang ganti rugi memang berbeda-beda,” papar dia.

Sementara itu menurut Kepala Desa Purworejo, Slamet Suparmo, ada 40 warga yang tercatat akan mendapatkan dana kompensasi sementara ada lima warga yang mendapatkan ganti rugi. Dia mengatakan, daerah yang dilalui jaringan SUTT yakni Ngantup, Jatibedug, Mundu dan Banjardowo. Menurutnya, sebelumnya ada 10 Jatibedug warga yang keberatan terhadap pembangunan jaringan tersebut karena dinilai mempengaruhi harga jual tanah di daerah tersebut.

“Kami akan mempertemukan kembali warga dan PLN untuk mendapat titik temunya. Tetapi untuk sebagian besar warga telah menerima pembangunan jaringan tersebut,” jelas dia.
das

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ngutang

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Selasa (18/7/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Economic Action Indonesia dan Analis Ekonomi BNI Securities Jakarta Barat. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Banyak kawan yang bertanya kepada saya, mengapa pemerintah memperlebar…