Rabu, 16 September 2009 18:23 WIB News Share :

Gara-gara PAN, DPRD gagal tetapkan nama Pimwan

Semarang (Espos)–Gara-gara Partai Amanat Nasional (PAN) belum menyerahkan nama calon pimpinan Dewan (Pimwan). DPRD Jateng gagal menetapkan nama-nama pimpinan Dewan definitif periode 2009-2014,
Hal ini terungkap pada rapat paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Jl Pahlawan, Kota Semarang Rabu (16/9).

Rapat yang dipimpin Ketua Dewan sementara Murdoko sedianya membahas dua agenda yakni penetapan dan pengesahan nama lima (Pimwan) dan fraksi-fraksi.

“Karena PAN belum menyerahkan nama calon Pimwan, maka penetapan dan pengesahan Pimwan ditunda,” kata Murdoko.

Sedang empat partai politik (Parpol) yang memiliki jatah Pimwan yakni PDIP, Partai Demokrat (PD), Partai Golkar (PG), dan PKS telah menyerahkan nama, masing-masing Murdoko (PDIP), Bambang Priyoko (PD), Bambang Sadono (PG), dan M Haris (PKS).

Menurut Wakil Ketua DPW PAN Jateng, Khafid Sirotudin penetapan nama calon Pimwan dari PAN akan diputuskan DPP pada Rabu (16/9) malam.

“Nanti malam DPP akan menetapkan nama calon Pimwan,” tandas dia.

Sementara jumlah fraksi di DPRD Jateng ditetapkan sebanyak sembilan fraksi, bertambah dua dari sebelumnya tujuh fraksi. Dua fraksi baru adalah Fraksi Gerindra dan Fraksi Hanuraku gabungan Partai Hanura dan Partai Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).

Tujuh fraksi lainnya yang merupakan fraksi lama adalah Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Fraksi Partai Demokrat (FPD), Fraksi Partai Golkar (FPG), Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN).

Selain itu juga Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP), dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB).

Dengan terbentuknya fraksi tersebut, menurut Ketua DPRD Jateng sementara, Murdoko maka para anggota dewan dapat mulai menjalankan kerja kedewanan.

oto

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…