Rabu, 16 September 2009 17:33 WIB Sragen Share :

Elemen masyarakat tolak rencana rekrutmen CPNS

Sragen (Espos)–Sejumlah elemen masyarakat di Sragen menolak keras rencana rekrutmen CPNS formasi umum dalam waktu dekat. Hal itu disebabkan kebijakan perekrutan hanya akal-akalan dan dinilai justru akan mempengarui perimbangan keuangan daerah.

Menurut Ketua Forkos, Dodok Sartono hingga saat ini alokasi belanja langsung dan tidak langsung untuk belanja pegawai mencapai Rp 516,6 miliar. Sementara, total penerimaan daerah hanya senilai Rp 892,9 miliar. Dengan dominannya penyerapan dana ke bidang belanja pegawai, maka kepentingan pembangunan, kesejahteraan rakyat, dan belanja sosial menjadi berkurang.

”Dengan data yang kami miliki, maka kami menyatakan untuk menolak rencana rekrutmen ini. Kalau tidak diindahkan, mestinya kami akan menyampaikan aspirasi ini dengan turun ke jalan,” jelasnya saat ditemui Espos di Sragen, Rabu (16/9).

Lebih lanjut dia mengatakan, di Sragen saat ini memiliki kurang lebih 17.000 PNS. Di mana, di dalamnnya terdapat 8.500 guru dan ratusan tenaga wiyata bhakti yang tersebar di seluruh Satker. Sehingga, upaya untuk merekrut tenaga CPNS belum mendesak dilakukan.

”Sebaiknya mengoptimalkan Sumber Daya Manusian (SDM) yang ada. Tidak perlu mengadakan perekrutan lagi. Saya pikir, hal itu jauh lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

pso

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…