Rabu, 16 September 2009 21:42 WIB News Share :

Camat
Tiga desa di Madina masih terisolasi

Padang–Camat Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Indra Sakti mengatakan hingga Rabu sore Desa Lubuk Kapondong I, Lubuk Kapondong II, Manuncang masih belum bisa ditempuh karena terkendala transportasi.

“Kita dihadapkan kendala transportasi untuk pendistribusian bantuan karena harus menempuh sungai ke desa-desa yang dihantam banjir bandang, Madina. Ke tiga desa itu belum bisa tersalurkan bantuan dalam bentuk apa pun,” kata Indra Sakti ketika dihubungi melalui ponselnya dari Padang, Rabu malam.

Enam desa yang dilanda banjir dengan genangan air mencapai dua meter tersebut masing-masing Desa Rantau Panjang, Desa Lubuk Kapondong I, Lubuk Kapondong II, Saleh Baru, Tagilang dan Desa Manuncang.

Bencana banjir bandang di Kecamatan Batang Gadis, Kabupaten Madina, terjadi Selasa sekitar pukul 02:00 WIB akibat meluapnya Sungai Sulang-Aling dan Sungai Aek Batang Gadis. Warga yang dilaporkan telah menelan korban 38 orang tewas, 25 hilang dan ratusan rumah hanyut, hingga Rabu sore telah ditemukan 11 orang.

“Jumlah korban yang ditemukan dan hilang masih simpang siur karena masih terdapat tiga desa yang belum bisa di akses karena kondisi air sungai deras,” katanya.

Namun, jumlah warga Muara Batang Gadis yang mengungsi diperkirakan sekitar 600-700 KK atau 2000 jiwa lebih yang sebagian besar terancam kelaparan karena pasokan bantuan belum bisa terkirim.

Sementara desa yang sudah bisa dikirim bantuan itu, yakni Utaring Baru yang dihuni sekitar 300 KK tetapi separuh perkampungan tersebut sudah rata dengan tanah akibat hantaman banjir.

“Bantuan juga telah dikirim ke sekitar 50 rumah di Desa Saleh Baru,” katanya.

Lebih lanjut Indra menjelaskan, bantuan disalurkan ke desa yang sudah ditempuh tersebut dengan menggunakan ‘speed boad’ tetapi tidak memadai dengan medan yang akan ditempuh.

Kemudian bantuan dari sejumlah pihak, tambahnya, juga belum bisa sampai ke posko, termasuk bantuan dari Pemkab Madina hingga Rabu sore masih tertahan di Singkuang, karena tak bisa melewati ruas jalan yang digenangi banjir sekitar satu kilo.

“Kita berharap ada bantuan kapal sehingga pendistribusian lancar ke sejumlah desa yang masih terisolasi tersebut, karena 2000-an jiwa terancam kelaparan,” katanya.

Ant/tya

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Nasib Pengarang pada Hari Lebaran

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Rabu (21/6/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang penulis novel dan cerita pendek yang tinggal di Sleman, DIY. Alamat email penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Ada sajak pendek Sitor Situmorang berbunyi: Malam Lebaran / bulan…