Rabu, 16 September 2009 20:14 WIB Hukum Share :

Alumnus UNS mencoba bunuh diri di kampus

Solo (Espos)–Hans Yopi Mareseli, 24, warga Bratan Rt 07/RW VI Pajang, Laweyan nekat mencoba melakukan bunuh diri dengan cara mengiris pergelangan tangan kirinya di kompleks gedung pascasarjana kampus Universitas Sebelas Maret  (UNS) Solo, Kentingan, Jebres, Rabu (16/9).

Diduga, korban nekat berusaha mengakhiri hidupnya karena belum mendapatkan pekerjaan meski telah lulus kuliah. Informasi yang dihimpun Espos di lokasi kejadian, menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Awal kejadian peristiwa naas tersebut terjadi di tempat parkir sepeda motor gedung pascasarjana UNS.

Dengan menggunakan sebuah silet, korban mengiris pergelangan tangan kirinya hingga darah bercucuran. Aksi tersebut diketahui oleh seorang Satpam kampus, Hery Setyawan. Hery melihat tangan korban telah dipenuhi banyak darah. Karena curiga, Hery mengikuti korban yang meninggalkan tempat parkir menuju bagian belakang gedung.

Dari belakang gedung, korban kembali lagi menuju tempat parkir. “Dari tempat parkir dia (korban-red) pergi ke belakang gedung dan kembali lagi ke sini. Setelah itu, dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo,” ungkap Hery di lokasi kejadian.

Di lokasi kejadian, darah masih terlihat tercecer dari tempat parkir hingga bagian belakang gedung tersebut. Diketahui, korban baru saja lulus dari jurusan Pendidikan Sosiologi Antrolologi dan meraih gelar sarjana pendidikan.

Korban kemudian mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dr Moewardi Solo. Polisi masih menyelidik kasus tersebut. Sebuah silet lipat yang digunakan oleh korban juga disita oleh polisi.

“Dari keterangan yang ada, korban ini lulus kuliah, namun belum mendapatkan pekerjaan. Mungkin tertekan sehingga nekat melakukan perbuatan itu,” ungkap Kanitreskrim Polsek Jebres Ipda Teguh Sujadi mewakili Kapolsek Jebres AKP Dwi Retnowati dan Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto.

dni

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…