Selasa, 15 September 2009 17:10 WIB Solo Share :

Soal penggusuran, warga tuntut kompensasi layak

Solo (Espos)–Warga bantaran Gajah Putih Sumber, Banjarsari yang mendapatkan vonis penggusuran mulai melakukan konsolidasi. Mereka menuntut agar Pemkot Solo memberikan kompensasi layak atau relokasi. Pegiat LSM Spekham, Oshin yang mendampingi warga Gajah Putih menyatakan, pihaknya bersama warga juga akan menghadap Walikota Solo, Joko Widodo untuk mempertanyakan vonis penggusuran tersebut.

Menurutnya, sebagian besar warga bantaran Gajah Putih ialah warga Solo yang layak mendapatkan perlakuan manusiawi. “Saat ini kami tengah mendata warga bantaran yang menolak penggusuran. Kami akan lekas menghadap Walikota Solo untuk mengadukan penggusuran itu,” ujarnya kepada Espos, Selasa (15/9).

Ada tiga pilihan sikap yang masih dipertahankan dan akan terus diperjuangkan warga terkait persoalan tersebut. Sikap pertama, kata Oshin, ialah warga berharap proyek pembangunan dan peninggian talut Sungai Gajah Putih tak harus menggusur warga. Jika pilihan ini tak disepakati, katanya, maka pilihan kedua ialah warga meminta agar Pemkot merelokasi mereka.

“Namun, jika pilihan ini juga dianggap tak sesuai, maka warga meminta kompensasi layak atas bangunan mereka. Karena, mereka rata-rata adalah warga Solo,” paparnya.

Terkait itulah, saat ini warga tengah melakukan pendataan seberapa banyakah warga bantaran yang masih menolak penggusuran dan menuntut kompensi layak atau relokasi.

Salah satu warga, Jonet mengatakan, vonis penggusuran kepada warganya dinilai sangat menyakitkan. Meski diakui bahwa warga selama ini menempati tanah tak resmi, namun pihaknya menyayangkan langkah-langkah penggusuran yang dinilai mengabaikan aspirasi warga. “Hunian kami ini memang liar. Namun, masak seperti ini Pemkot memerlakukan kami. Diajak musyawarah tidak, tiba-tiba langsung divonis gusur,” keluhnya.

asa

lowongan kerja
lowongan kerja guru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…