Selasa, 15 September 2009 18:43 WIB Internasional Share :

Pelempar sepatu Bush akhirnya bebas

Baghdad–Jurnalis Irak pelempar sepatu Bush, Muntazar Al-Zaidi, menghirup udara bebas setelah dibui di penjara Baghdad selama 9 bulan.

“Dia dibebaskan dan sekarang dia sedang mengambil barang-barangnya,” ujar saudara Zaidi, Uday, sesaat sebelum Zaidi keluar dari penjara, seperti dilansir AFP, Selasa (15/9).

Uday mengatakan Zaidi akan mengunjungi tempat kerjanya terlebih dahulu di Stasiun TV Al-Baghdadia. Kemudian baru menemui keluarganya yang telah siap dengan perayaan besar. Keluarga dan teman Zaidi telah menantinya dan menyiapkan pesta untuk menyambut kembalinya Zaidi ke rumahnya di Baghdad.

Dalam televisi lokal ditujukkan gambar Zaidi setelah keluar dari penjara. Dengan mengenakan selempang bermotifkan bendera Irak di bahunya dan berkacamata hitam dengan jenggot yang lebat, Zaidi memasuki studio televisi tempatnya bekerja dulu.

Muntazar Al Zaidi,30, divonis bersalah oleh pengadilan Baghdad pada 12 Maret karena mencoba menyerang Bush. Dia dijatuhi hukuman penjara 3 tahun. Namun, Pengadilan Irak mengurangi masa tahanan Zaidi menjadi 1 tahun.

Setelah sempat ditahan di penjara Baghdad selama 9 bulan, sejak 14 Desember 2008, ZaidiĀ  dilepaskan 3 bulan lebih awal, yakni pada 14 September. Tapi, lagi-lagi pembebasannya tertunda karena ada dokumen yang belum lengkap.

“Keputusan itu menunjukkan integritas dan keadilan dari peradilan Irak. Penundaan itu dikeluarkan tanpa adanya pengaruh maupun tekanan dari pihak luar,” kata pengacara Zaidi, Dhiya al-Saadi, menanggapi penundaan pembebasan Zaidi.
dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja HORIZON, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Tokoh Zaman yang Langka

Gagasan ini dimuat Harian Solopos Kamis (8/6/2017), ditulis A. Windarto, peneliti di Lembaga Studi Realino Sanata Dharma Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Esai Albertus Rusputranto P.A. berjudul Bung Karno, Lenso, Cha-Cha (Solopos, 2/6/2017) memperlihatkan betapa legendarisnya Presiden pertama Republik Indonesia itu. Pasukan pengawal…