Selasa, 15 September 2009 20:19 WIB Sragen Share :

Kebakaran di Sragen, kerugian capai Rp 300 juta

Sragen (Espos)–Sebanyak empat lokal rumah milik Mitrodiharjo, 55, warga Grompolan, Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, ludes terbakar, Selasa (15/9) pagi sekitar pukul 07.10 WIB. Kebakaran hebat yang diduga akibat konsleting arus listrik ini mengakibatkan kerugian hingga mencapai Rp 300 juta.

Beruntung amukan si jago merah tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Informasi di lapangan menyebutkan, kebakaran ini terjadi saat pemilik rumah diketahui sedang pergi ke Bandung. Sementara rumah tersebut ditunggu Sunarto, anak korban. Saat rumah sepi itulah api yang menghanguskan rumah korban terjadi.

Awalnya, api diduga muncul dari hubungan arus pendek listrik salah satu instalasi listrik yang terpasang. Konsleting listrik tersebut ternyata menimbulkan percikan api yang makin membesar. Percikan api kemudian lama kelamaan membakar kayu atap rumah milik korban. Tak lama kemudian api kemudian menjalar ke seluruh bagian rumah.

Kobaran api yang begitu hebat membuat empat lokal rumah milik korban yang saling berdekatan langsung musnah dilalap si jago merah. Warga sekitar yang mengetahui kebakaran itu kemudian berusaha gotong royong memadamkan api dengan pealatan seadanya. Dua unit mobil pemadam kebakaran kemudian juga datang ke lokasi untuk memadamkan kobaran api. Meski demikian, kobaran api sudah terlanjur melahap isi rumah korban.

“Api begitu cepat menjalar dan seketika rumah korban ludes. Angin yang kencang berhembus juga membuat api semakin cepat merambat ke seluruh bagian rumah,” ujar Joko, salah satu warga setempat.

Kasus kebakaran ini sendiri masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Petugas dari Polsek Sidoharjo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini. Berdasar data awal yang diperoleh, api diduga berasal dari konslet arus listrik.
isw

lowongan kerja
lowongan kerja INSOMNIA KARAOKE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…