Selasa, 15 September 2009 13:42 WIB News Share :

Hakim tolak permohonan praperadilan Abu Jibril

Jakarta–Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan penangkapan dan penahanan Mohamad Jibril. Hakim menyatakan tindakan polisi terhadap tersangka kasus terorisme itu sah.

“Alasan penangkapan dan penahanan yang diajukan pemohon menurut hakim tidak dapat dipertimbangkan, karena tidak berdasarkan hukum,” kata hakim tunggal Haryanto.

Hal itu dikatakan dia saat membacakan putusan gugatan praperadilan yang diajukan ayah Jibril, Abu Jibril, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Selasa (15/9).

Haryanto mengatakan surat perintah penangkapan Jibril hanya soal formalitas saja, bukan pada substansi atau materi. Surat tersebut terlambat, karena keluarga Jibril keberatan menandatanganinya.

Dilanjutkan dia, kuasa hukum Tim Densus 88 Mabes Polri mengajukan 15 bukti terkait penangkapan Jibril pada 26 Agustus lalu. Seluruh bukti itu dinilainya sah.

“Hakim menganggap bukti itu cukup,” pungkas dia saat membaca berkas putusan yang tidak telalu tebal tersebut.

Sidang dimulai pada pukul 12.30 WIB dan berakhir setengah jam kemudian. Kuasa hukum kedua belah pihak hadir dalam persidangan.

Jibril ditangkap saat hendak pulang dari kantor situs berita Islam Arrahmah.com di Bintaro ke rumah ayahnya di Pamulang. Jibril dituduh terlibat pendanaan aksi terorisme di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…