Senin, 14 September 2009 18:53 WIB Issue,Solo Share :

Solo gagal wakili Jateng ke Pemilihan Puteri Indonesia 2009

Solo (Espos)–Perasaan kecewa kini sedang menyelimuti hati enam wanita asal Solo. Pasalnya, Rahadyan Deny Hapsari dan kawan-kawan yang mengikuti grand final Pemilihan Puteri Indonesia 2009 tingkat Jawa Tengah (Jateng), Minggu (13/9) malam, di Hotel Horison, Semarang harus mengakui kemampuan Testy Angriany Maramis yang menjadi jawara di ajang tersebut.

Dengan demikian, Testy yang berasal dari Semarang berhak mewakili Jateng ke Pemilihan Puteri Indonesia 2009 yang rencananya akan mulai dihelat 10 Oktober mendatang. Dua finalis Putra Putri Solo (PPS) 2009, Rahadyan Deny Hapsari dan Rika Christine Indriyati serta anggota Paguyuban Solo Youth Heritage, Elida Aries Tantia yang menjadi unggulan sebenarnya sudah masuk ke babak lima besar di ajang yang penuh gengsi itu. Harapan untuk mendapatkan tiket ke tingkat nasional pun semakin membumbung tinggi pada diri mereka.

Akan tetapi, kepercayaan diri yang dibangun sejak tahap seleksi antarkota dan kabupaten, hingga menempatkan mereka dalam 20 finalis di Pemilihan Puteri Indonesia 2009 tingkat Jateng tersebut  pupus sudah. Rahadyan yang dihubungi Espos, Senin (14/9), mengaku sedih atas kegagalannya yang hampir mencapai puncak ajang tersebut.

“Padahal tinggal sedikit lagi. Apalagi tiga di antara peserta di lima besar dari Solo dan dua lainnya dari Semarang. Tapi ya sudah, tahun ini mungkin belum menjadi keberuntungan peserta dari Solo,” papar perempuan yang akrab disapa Dyan tersebut.

Dyan yang memiliki postur tubuh dengan tinggi 172 sentimeter dan berat 56 kilogram tersebut mengaku legawa atas kekalahannya. Secara bijak, dia menyatakan bahwa jawara terpilih, Testy Angriany Maramis memang pantas mewakili Jateng untuk ke level yang lebih tinggi.
“Sebagai sesama peserta saya mendukung dia. Mungkin, kreteria juri memang ada pada diri Testy,” papar Dyan.

Namun atas kegagalan itu, publik Solo tidak boleh terlalu kecewa. Pasalnya, Elida Aries Tantia berhasil menududuki runner up ke-2, sedangkan peserta lain dari Kota Bengawan, Felysia Ardiyana Suharyo berhasil menjadi juara favorit dan fotogenik.

“Setidaknya kami semakin berpegalaman. Dengan itu bisa jadi modal untuk menjajal kembali tahun depan,” tandas Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu.

hkt

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…