Senin, 14 September 2009 20:32 WIB Pendidikan Share :

Mahasiswa baru STAIN Solo tuntut penutupan program PBA

Solo (Espos)–Puluhan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Solo menuntut penutupan program Pusat Bahasa Asing (PBA) lantaran dinilai sarat dengan komersialisasi pendidikan.

Sebanyak 30-an mahasiswa baru yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Baru STAIN berkumpul di halaman Kantor Pusat STAIN, Senin (14/9). Mereka membawa poster yang bertuliskan kecaman terhadap program PBA seperti PBA adalah kebohongan publik, tutup PBA sekarang juga, dan lain-lain.

Poster-poster itu mereka tempelkan pada dinding dan kaca Kantor Pusat STAIN. Mereka juga menyampaikan orasi dengan menggunakan pengeras suara. Sempat terjadi aksi dorong-mendorong antara mahasiswa baru dengan pegawai tata usaha. Setelah terjadi aksi dorong mendorong, Koordinator Aliansi Mahasiswa Baru, Jampit Ludiro diizinkan masuk untuk menghadap Pembantu Ketua III, Drs Baidi MPd.

Salah seorang mahasiswa baru, Mohammad Fadhol mengatakan, sosialisasi tentang kewajiban mengikuti PBA bagi mahasiswa baru dilaksanakan pada waktu orientasi mahasiswa baru baru-baru ini. Menurutnya, kewajiban itu menyalahi ketentuan awal dalam penerimaan mahasiswa baru. “Dalam brosur yang kami terima, tidak ada ketentuan kewajiban mengikuti program PBA, tetapi kok sekarang kami diminta wajib mengikuti program ini,” papar Fadhol.

Seusai menggelar pertemuan dengan pembantu ketua III, Jampit Ludiro menuturkan bahwa pihak pimpinan kampus belum bisa mengambil keputusan mengenai usulan penutupan PBA tersebut. Menurutnya, sebagian besar jajaran pimpinan STAIN tengah mengikuti kegiatan di luar kota.

“Pembantu Ketua III akan menyampaikan semua aspirasi kami kepada jajaran petinggi kampus. Jika tuntutan kami tidak segera dipenuhi, kami mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar lagi,” tandas Jampit.

m82

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…