Senin, 14 September 2009 15:41 WIB News Share :

Iring-iringan pemudik mulai padati Pantura Pekalongan

Pekalongan–Iringan-iringan pemudik berkendaraan roda dua dan mobil dari arah barat (Jakarta) menuju timur (Semarang), Senin (14/9) mulai memadati jalur pantura Pekalongan, Jawa Tengah.

Dari pantauan di jalur pantura Spait Kabupaten Pekalongan hingga Alas Roban Kabupaten Pekalongan, kepadatan arus lalu lintas di jalur pantura Pekalongan mulai didominasi para pengendara roda dua dan mobil pribadi dengan Nopol B, BG, BM, AA, dan D.

Kepadatan para pemudik berkendaraan tersebut mulai terlihat sejak sekitar pukul 11.30 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Kondisi cuaca yang cukup panas di wilayah Pekalongan dan sekitarnya ini mengakibatkan para pemudik meluangkan waktunya untuk beristirahat di sejumlah ‘rest area’ atau stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di sepanjang jalur pantura.

Meskipun Polri telah mengimbau kepada para pemudik kendaraan roda dua tidak diperbolehkan berboncengan lebih dari tiga orang, namun hal itu masih banyak dijumpai di jalur pantura Pekalongan. Pariyanto, seorang pemudik asal Magelang ketika beristirahat di sebuah ‘rest area’ mengatakan, ia dan keluarganya terpaksa mudik ke Magelang dengan membawa istri dan anaknya yang masih berumur satu tahun.

“Kami memang sengaja mudik lebih awal untuk menghindari terjadi kepadatan di jalan. Namun kami pun terpaksa mengajak istri dan anaknya dengan berboncengan motor untuk menghemat biaya,” katanya.

Kasatlantas Polres Pekalongan Iptu Parno mengatakan, kepadatan arus lalu lintas di jalur pantura Pekalongan ini diperkirakan akan semakin padat lagi jika dibanding pada Senin (14/9) ini.

“Arus lalu lintas pemudik memang mulai terlihat padat tetapi secara umum jalan di jalur pantura masih lancar dan aman,” katanya. Ia berharap kepada para pemudik agar waspada dan berhati-hati saat melintas di jalur Pantura Pekalongan.

“Jalur Pantura Pekalongan merupakan titik lelah perjalanan darat dari arah Jakarta menuju Surabaya sehingga kami minta mereka bisa meluangkan waktunya untuk beristirahat di ‘rest area’ sebelum melanjutkan tujuannya,” katanya.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…