Senin, 14 September 2009 16:26 WIB Info Mudik,Klaten Share :

H-3, puncak arus mudik di Klaten

Klaten (Espos)–Puncak arus mudik di Klaten diperkirakan mulai terjadi pada H-3 menjelang Lebaran. Dinas Perhubungan (Dishub) setempat memperkirakan adanya kenaikan arus mudik kendaraan pribadi sebesar 10% hingga 12% dari tahun sebelumnya.

Kepala Dishub Klaten, Jaka Sawaldi mengatakan, jumlah pemudik yang turun di Klaten diperkirakan naik sebesar 5% hingga 7% dari tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya jumlah pemudik yang turun di Klaten baik dari terminal maupun stasiun hanya berada pada kisaran angka ribuan. “Jumlah pemudik untuk di Klaten tidak terlalu besar,” jelas Jaka saat ditemui wartawan di Terminal Jonggrangan, Klaten, Senin (14/9).

Sementara pemudik yang melintas di Klaten menggunakan kendaraan pribadi seperti motor, beber Jaka, diperkirakan naik hingga 12% dari tahun sebelumnya. Arus kendaraan pribadi pada tahun lalu saat puncak berada di volume hampir 40.000 kendaraan untuk jenis roda dua. Sementara untuk kendaraan jenis roda empat mencapai belasan ribu unit.

Saat ini, arus mudik juga mulai terasa di Klaten. Berdasarkan pantauan Espos, sejumlah kendaraan roda dua asal luar kota mulai melintas di Klaten. Kendaraan roda dua tersebut diisi dengan berbagai bawaan khas para pemudik. Sejumlah pelat motor luar kota  yang sempat terpantau diantaranya N, G, hingga D. “Pemudik sudah mulai datang di Klaten sejak Sabtu (12/9) lalu. Tetapi volume yang datang masih relatif kecil. Begitu juga para pemudik yang turun lewat jalur kereta,” tandas Jaka.

Di kompleks Terminal Jonggrangan, Klaten arus mudik belum begitu kentara. Bus-bus yang masuk ke terminal baru sebatas bus regular yang melayani jalur antarkota antarprovinsi (AKAP). Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Jonggrangan, Klaten, Totok Gantoro menerangkan, puncak arus mudik untuk Klaten diperkirakan terjadi pada H-3 menjelang Lebaran. Kendati demikian, dia menerangkan jumlah bus yang masuk ke Terminal Klaten terbilang kecil tiap harinya. Saat ini, jumlah bus AKAP yang masuk rata-rata 60 unit per harinya.

“Pada puncaknya nanti kemungkinan 70 bus AKAP per hari. Sementara banyak bus asal Jakarta yang tidak masuk ke Klaten, tetapi langsung ke Solo,” tandas dia.

haa

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Lebaran Itu Buku

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (24/6/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, esais sekaligus kuncen Bilik Literasi Solo. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Selamat hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar trah Niti…