Senin, 14 September 2009 13:59 WIB News Share :

Dewan Pers akan ajukan uji materi atas UU Rahasia Negara

Jakarta–Dewan Pers beranggapan RUU Rahasia Negara merupakan ancaman besar untuk kebebasan pers. Jika RUU ini disahkan menjadi UU, Dewan Pers akan mengajukan uji materi atas UU tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kita akan mengajukan uji materi ke MK,” kata Wakil Ketua Dewan Pers, Leo Batubara, Senin (14/9).

Namun Leo tidak yakin MK akan mengajukan uji materi atas pasal-pasal yang dianggap mengancam kebebasan pers dari UU tersebut. Sebab menurut dia, para hakim MK pun anti kemerdekaan pers.

Ini terbukti antara lain ketika MK menolak uji materi yang diajukan atas KUHP pasal 310, 311, dan 316 yang bisa digunakan untuk memenjarakan wartawan. Menurut MK, pemenjaraan wartawan konstitusional mengacu pada pasal 28J UUD 45 yang mengatur hak orang lain juga harus dilindungi.

“MK ini masih bermindset Orde Baru dan kolonial. Mereka berpendapat wartawan yang bekerja untuk kepentingan umum bisa dipenjarakan. (Semestinya) Yang bekerja untuk kepentingan umum ya (tidak bisa dipenjarakan), kalau yang memeras memang bisa dipenjarakan,” kata Leo.

Meski tidak yakin berhasil, namun Dewan Pers tetap akan mengajukan uji materi ke MK. Sebab itulah langkah konstitusional yang bisa dilakukan untuk menyikapi masalah ini.

“MK tetap akan kita mainkan karena itulah yang bisa kita lakukan. Kita lakukan perlawanan supaya rakyat ke depan tahu bahwa kita meronta. Sejarah akan mencatat meskipun kita kalah,” kata Leo.

dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja PT SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…