Senin, 14 September 2009 20:26 WIB Solo Share :

Belum diresmikan, penyewa kereta wisata sudah antre

Solo (Espos)–Kereta wisata berlokomotif uap kuno dan gerbong antik dari kayu jati yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sebagai salah satu ikon wisata Kota Solo benar-benar memancing animo yang cukup besar dari kalangan masyarakat.

Setelah menyihir ribuan pasang mata saat uji di rel sepanjang Jl Slamet Riyadi mulai dari Stasiun Purwosari hingga Sangkrah, Minggu (13/9) sore, kini terbesit kabar sejumlah calon penyewa telah antre untuk bisa berwisata dengan kereta berbiaya operasional Rp 3,2 juta sekali jalan itu.

Informasi yang dihimpun Espos, Senin (14/9), ada satu sekelompok alumni sebuah SMA di Solo yang akan mengadakan reuni, dua atau tiga hotel, dan sebuah perusahaan operator telekomunikasi yang antre agar bisa menyewa kereta wisata itu. Padahal, biaya sewa per paket perjalanannya pun belum ditentukan. Selain itu, mereka harus tetap bersabar karena kereta itu baru akan dioperasikan setelah diresmikan oleh Menteri Perhubungan, Jusman Sjafi’i Djamal, Kamis (17/9).

“Dalam peresmian itu kami berencana mengundang berbagai kalangan masyarakat, termasuk kalangan perhotelan di Yogyakarta, kalau memungkinkan. Setelah diresmikan, baru kereta bisa dioperasikan untuk masyarakat. Masih kami susun konsepnya apakah akan langsung menjual paket buka puasa atau digratiskan dulu kepada masyarakat,” ungkap Konsultan Bisnis pengoperasian kereta wisata uap kuno, Oka Zakaria, saat dihubungi Espos, Senin (14/9).

Sementara menunggu ada pengelola resmi, Oka mengatakan, masyarakat yang berminat memang sudah bisa mendaftar sebagai calon penyewa. Pendaftaran itu dibuka melalui situs www.solosteamloco.com. Melalui situs itulah, Oka mengatakan, pihaknya akan menampung pendaftaran masyarakat sebagai calon penyewa kereta wisata.

Soal harga, Oka mengatakan, sampai saat ini belum bisa diumumkan. Namun, jika melihat biaya operasional yang ditetapkan oleh PT Kereta Api, maka harga sewa sekali perjalanan kereta wisata itu di atas Rp 3,2 juta per paket.

shs

Bagian Sirkulasi SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…