Minggu, 13 September 2009 16:11 WIB Sport,Internasional Share :

Terkena hukuman, Serena Williams gagal ke final AS Terbuka

New York–Favorit juara AS Terbuka 2009, Serena Williams dari Amerika Serikat, pada Sabtu dikenai hukuman sesudah bertingkah tidak simpatik dalam pertandingan semifinal tunggal puteri, sehingga membuatnya gagal melangkah ke babak final.

Hukuman tersebut diberikan wasit utama kepada Serena saat ia sedang bertanding di ujung set kedua melawan pemain bukan unggulan asal Belgia, Kim Clijsters, sementara angka menunjukkan Kim unggul 6-5 atas Serena.

Serena (unggulan kedua), yang berusaha menyamakan kedudukan menjadi 6-6, sedang tertinggal 0-40 dari Kim ketika marahnya meledak.Ketika akan melakukan servis pada kedudukan 0-40, pengawas garis meneriakkan “foot-fault” terhadap Serena.

Serena, yang merasa kesal, langsung mendatangi dan memaki-maki perempuan pengawas garis itu sambil menunjuk-nunjuk muka sang pengawas dengan raketnya. Wasit utama, yang melihat kejadian tersebut, kemudian memanggil pengawas garis bersangkutan untuk menjelaskan kalimat Serena terhadapnya.

Karena perlakuan Serena itu dianggap melanggar peraturan etika bertanding, wasit menjatuhkan hukuman kepada Serena dengan memberikan angka kepada Kim. Dengan demikian, pertandingan berakhir dengan kemenangan Kim dengan angka 6-4, 7-5.

Tingkah Serena tersebut disayangkan banyak pihak, termasuk penonton di stadion Arthur Ashe, yang meneriakkan kata “Huuu” ke Serena.

Tanggapan negatif juga dikemukakan dua tokoh tenis Amerika Serikat, Lindsay Davenport dan Jimmy Connors, yang pada Minggu dini hari itu menjadi pengulas pertandingan Serena-Kim.

“Sangat mengecewakan melihat pertandingan berakhir seperti itu,” kata Connors.

“Kasihan Kim, dia berhak bahagia dengan hasil perjuangannya… Serena seharusnya tidak boleh berbicara seperti itu,” kata Davenport.

Bukan hanya di set kedua Serena naik darah.
Di set pertama, ia juga membanting raket dengan keras ke lapangan hingga raketnya penyok. Belum terungkap dengan jelas kalimat Serena terhadap pengawas garis hingga ia mendapat hukuman.

Menurut laporan awal, pengawas garis menyatakan kepada wasit utama bahwa Serena melontarkan kalimat bernada ancaman terhadapnya.

Dalam jumpa pers usai pertandingan, Serena mengaku kesal, karena kedudukan kakinya saat melakukan servis dianggap tidak sah oleh pengawas garis. Ia juga tidak mengaku mengeluarkan kata ancaman terhadap pengawas tersebut.

“Sepanjang tahun saya bermain tenis, tidak pernah saya diteriaki bahwa kedudukan kaki saya tidak sah… tapi, sekarang ada kejadian ini,” katanya ketika menjawab pertanyaan.

Serena mengelak memberikan jawaban ketika beberapa kali ditanya wartawan tentang yang sebenarnya ia katakan kepada pengawas garis dan apakah ia mengeluarkan kalimat mengancam kepada pengawas garis.

“Saya tidak kehilangan kendali… Saya tidak mengancam… Saya tidak ingat lagi dan tidak mau mengingat-ingatnya lagi,” katanya.

Adik petenis Venus Williams itu juga merasa tidak harus meminta maaf kepada pengawas garis.

“Bukankah banyak pemain kadang-kadang berteriak kepada pengawas garis? Mungkin mereka sedang frustrasi,” katanya dengan enteng.

Dengan hasil pertandingan Minggu dini hari itu, Kim ,yang menjuarai AS Terbuka pada 2005, melaju ke babak final. Di babak penentuan itu, ia akan berhadapan dengan petenis lain bukan unggulan asal Denmark Caroline Wozniacki, yang pada Minggu malam mengalahkan Yanina Wickmayer asal Belgia dengan angka 6-3, 6-3.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…