Minggu, 13 September 2009 16:46 WIB News Share :

Ratusan mantan TKI bermasalah dari Malaysia dipulangkan

Tanjungpinang–Ratusan mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah yang dipulangkan dari Malaysia, akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing dengan kapal Pelni bersama ribuan pemudik, Senin (14/9) pagi.

Ratusan mantan TKI itu saat ini ditampung di penampungan TKI/WNI bermasalah di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

“TKI bermasalah yang akan dipulangkan besok dengan menggunakan kapal Pelni sebanyak 420 orang termasuk anak-anak di bawah lima tahun (Balita),” kata petugas penampungan TKI bermasalah, Raja, Minggu.

Dia mengatakan TKI/WNI bermasalah yang akan dipulangkan dengan kapal Pelni KM Ceremai tersebut sebagian menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Yang menuju Jakarta sebanyak 216 orang dan Surabaya sebanyak 204 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan TKI/WNI bermasalah tersebut adalah yang diusir pemerintah Malaysia pada hari Jumat (11/9) dan Sabtu (12/9). TKI/WNI bermasalah tersebut akan bergabung dengan ribuan pemudik lainnya bersama KM Ceremai yang mempunyai kapasitas penumpang sebanyak 2.740 penumpang, kata dia.

Manajer Usaha PT Pelni Tanjungpinang, Masrul Khalimi mengatakan, penumpang KM Ceremai untuk berangkat Senin besok, diperkirakan penuh.  Karena selain ratusan TKI bermasalah tersebut juga ada sekitar dua ribu lebih pemudik yang sudah membeli tiket.

“Kami memperkirakan penumpang penuh, namun masih dalam batas wajar untuk menjaga keselamatan dalam pelayaran,” katanya.

Dia mengatakan, alat keselamatan seperti sekoci dan jaket pelampung juga sudah ditingkatkan jumlahnya menjadi 125 persen dari jumlah penumpang.

Masrul mengharapkan kepada pemudik untuk tidak berdesak-desakan menaiki kapal karena takut tidak kebagian tempat duduk.

“Pemudik kami harapkan dapat bersabar karena tempat masih tersedia,” imbaunya.
Ant/tya

lowongan kerja
lowongan kerja indukturindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…