Minggu, 13 September 2009 17:10 WIB News,Info Mudik Share :

Pengguna kereta api mulai meningkat

Jakarta–Sepekan menjelang Idul Fitri 1430 Hijriah, jumlah pengguna angkutan kereta api yang berangkat dari Jakarta menuju berbagai daerah di Pulau Jawa mulai meningkat.

“Tadi saya cek ke beberapa stasiun, hari ini mulai ada peningkatan,” kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi I Sugeng Priyono ketika ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (13/9).

Jumlah penumpang kereta api yang berangkat melalui Stasiun Gambir tanggal 12 September sebanyak 5.593 orang sedangkan hari ini jumlah penumpang yang meninggalkan Gambir hingga pukul 13:00 WIB tercatat sebanyak 2.344 orang.

“Di Stasiun Senen, hingga pukul 10:00 WIB tadi Kereta Api Gaya Baru dan Kerta Jaya masing-masing sudah mengangkut 1.750 penumpang, atau dengan kapasitas 150 persen,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya akan meluncurkan kereta api tambahan untuk memenuhi permintaan jasa angkutan kereta api.  Kereta tambahan Kerta Jaya Lebaran dengan kapasitas 1.750 penumpang akan diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen sekitar pukul 21:00 WIB nanti. Sugeng menjelaskan pula bahwa jumlah pengguna angkutan kereta api selama arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan.

Jumlah pengguna angkutan kereta api Lebaran yang tahun 2008 total sebanyak 766.000 orang dan diperkirakan meningkat delapan persen menjadi 813.000 orang tahun ini. PT Kereta Api, dia menjelaskan, telah menyiapkan 15 kereta api tambahan setiap hari untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengguna angkuta kereta api tahun ini.

“Tiap kereta berkapasitas 1.750 penumpang, jadi masyarakat tidak perlu khawatir tidak terangkut,” katanya.

Antrean tiket

Tidak seperti di Stasiun Senen, antrean pembeli tiket kereta api di loket pemesanan tiket Stasiun Gambir tidak panjang.  Hanya dua lajur dengan tak lebih dari 20 orang di setiap lajur. 

Calon penumpang yang menunggu di stasiun juga tidak banyak.  Hanya ada beberapa orang dengan koper dan tas besar yang berada di depan pintu masuk keberangkatan penumpang.   

“Tidak seperti di Senen, di sini penumpang baru tiba menjelang keberangkatan, karena rata-rata sudah memegang tiket. Yang mengantre untuk membeli tiket menjelang pemberangkatan tidak banyak,” jelasnya.

Sebagian besar tiket kereta api eksekutif yang berangkat melalui stasiun itu menjelang Lebaran juga sudah terjual.  Tiket kereta api ke berbagai daerah di Jawa pada tanggal 18-19 September bahkan hanya masih sisa beberapa.

Padahal harga tiket kereta api kelas eksekutif tujuan Surabaya, Solo, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Cilacap yang berangkat dari Gambir rata-rata naik cukup bermakna selama arus mudik.

Tiket Kereta Kamandanu tujuan Semarang yang pada hari biasa harganya sekitar Rp 160.000 sejak 10 September naik menjadi Rp 300.000 dan bahkan mencapai Rp 350.000 pada 17-20 September mendatang.

Kereta Argo Anggrek Pagi tujuan Surabaya yang pada hari biasa tiketnya dijual seharga Rp 260.000 juga naik menjadi Rp 42.000 pada 11 September dan naik lagi menjadi Rp 480.000 pada 17-20 September.

“Kenaikan harga tiket kami atur satu bulan lalu dengan batas atas dan batas bawah berdasarkan perkiraan jumlah penumpang, tidak dalam persentase,” kata Sugeng.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…