Minggu, 13 September 2009 18:20 WIB News Share :

Ombak Besar hantam 3 rumah di Kulonprogo

Kulonprogo–Ombak besar setinggi empat meter kembali menghantam kawasan pesisir selatan Kulonprogo. Akibatnya tiga bangunan rusak dan roboh diterjang ombak di kawasan Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Kulonprogo.

Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu (13/9) dinihari sekitar pukul 02.00-03.00 WIB. Selain merobohkan bangunan warung untuk wisatawan, air laut juga masuk ke daratan hingga 50 meter.

Sebanyak tiga warung, tiga WC umum dan satu berobak bakso milik warga setempat rusak. Warung semi permanen yang rusak itu di antaranya milik Gandung, Ny Teguh dan Margono. Sedang WC umum mengalami kerusakan di bagian lubang pembuangan karena kemasukan pasir pantai mampet.

“Kejadian sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Sebelumnya tanda-tanda air laut akan pasang sudah nampak sejak pukul 24.00 WIB dan setelah itu air pasang hingga masuk ke daratan,” kata Gandung kepada wartawan sambil membersihkan bangunan yang rusak.

Menurut dia, hingga pagi hari ombak setinggi 3-5 meter masih menerjang pantai. Namun warga yang mempunyai warung di dekat pantai sudah menyelamatkan beberapa barang dagangannya. Beberapa perahu milik nelayan juga sudah diparkir menjauh dari pinggir pantai.

“Sampai siang ini tidak ada satupun nelayan di wilayah Trisik, Bugel dan Glagah yang melaut. Sudah sejak awal puasa kemarin tidak ada yang berani melaut karena ombak besar dan hari ini yang paling besar,” kata Gandung.

Gandung memperkirakan kerugian yang dialami mencapai Rp 5-6 juta. Bangunan yang rusak sebagian merupakan bangunan semi permanen dengan tembok batako, kayu dan bambu. Saat ini dirinya bersama pemilik warung lainnya secepatnya akan memperbaiki karena kawasan itu akan ramai saat liburan lebaran nanti.

Sementara itu, menurut staf data dan informasi BMKG Yogyakarta, Nugroho, mengatakan ombak tinggi yang ada di pesisir selatan merupakan akibat adanya tekanan udara rendah di wilayah utara yakni Philipina, India dan Hongkong. Sedang di kawasan Australia terjadi tekanan udara tinggi.

“Akibat perbedaan tekanan udara itu menimbulkan ombak besar di beberapa kawasan pantai di Indonesia termasuk di pesisir selatan,” katanya.

Sedang kecepatan angin mencapai 27 km/jam dengan tinggi gelombang 3 sampai 4 meter. Pihaknya juga mengimbau agar nelayan maupun wisatawan di kawasan pesisir selatan untuk berhati-hati bila berada di kawasan tersebut.

“Kami imbau untuk terus berhati-hati karena ombak tinggi kemungkinan besar masih terjad selama beberapa hari ke depan,” pungkas dia.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…