Minggu, 13 September 2009 15:42 WIB News,Sport Share :

Chris John ingin buktikan ketangguhannya

Jakarta–Pengamat tinju nasional, Syamsul Harahap, memberikan acungan jempol pada Chris John yang ingin memukul KO petinju Amerika, Rocky Juarez, dalam pertarungan ulang perebutan sabuk kelas bulu (57,1 kg) versi WBA di Las Vegas, Amerika, 19 September mendatang.

“Chris John harus mempunyai ‘killing punch’ dulu untuk memukul roboh Rocky Juarez. Namun bila pukulan mematikan itu belum dimiliki, jangan harap dapat mengkanvaskan dalam pertemuan ulang nantinya,” jelas Syamsul Anwar di Jakarta, Minggu.

Syamsul mengatakan dalam penampilan sebelumnya Rocky tampil cukup beringas dengan pukulan kerasnya. Namun Chris John tampil cukup cerdik dengan mengelabui lawan. Kelincahan petinju kelahiran Banjarnegara itu yang membuat petinju Amerika sulit mendapatkan pukulan telak.

Namun bila penampilan Chris John sama dengan sebelumnya, maka impian untuk memukul roboh lawan sulit dimilikinya. Namun bila mempunyai killing punch, maka keinginan mengkanvaskan lawan akan terpenuhi.

Pukulan mematikan yang dimiliki seorang petinju sama artinya dengan menyetop truk yang lagi jalan. Pukulan seperti itu jarang dimiliki oleh seorang petinju di dunia ini. Di Indonesia hanya dimiliki Ellyas Pical saat jayanya di tahun 1985 lalu dengan sabuk bantam junior versi IBF.

Syamsul mengatakan, bila Chris John memiliki pukulan seperti itu maka nilai jualnya akan bertambah. “Mudah-mudahan keinginan memukul roboh Rocky Juarez terpenuhi. Bila hal itu terjadi maka pertarungan Chris John selanjutnya akan dilirik oleh semua promotor kondang di Amerika,” ujar Syamsul lagi.

Sementara itu, mantan petinju nasional Elly Pical mengatakan kalau ingin memiliki pukulan mematikan, maka diperlukan latihan khusus. Seperti halnya memfokuskan latihan tangan yang menjadi andalannya.

“Saya optimis dengan waktu enam bulan memfokuskan latihan tangan yang menjadi andalannya, pukulan mematikan itu akan muncul,” tutur Elly.

Elly mengaku latihan semacam itu pernah dilakukan saat ia akan naik ring dunia. Dengan melakukan latihan menarik ban sepeda atau motor setiap hari “killing punch” yang diimpikannya muncul. Bahkan selalu tampil juara sebelum dikalahkan TKO ronde 14 oleh Khaosai Galaxy (Thailand) tahun 1987.
Ant/tya

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Fetisisme Ramadan

Gagasan Harian Solopos edisi Rabu (14/6/2017) ini karya Bagus Kurniawan, dosen Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya UNS. Solopos.com, SOLO–Gejala yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan Ramadan mengalami anomali. Dalam paradigma spiritualitas Islam, Ramadan dianggap sebagai bulan bagi umat Islam utuk…