Minggu, 13 September 2009 16:49 WIB News Share :

Berbuka puasa bersama, SBY coba tenangkan Parpol koalisi

Jakarta–Pasangan SBY-Boediono menggelar syukuran atas kemengangan mereka dalam Pilpres 2009. Acara yang sekaligus berbuka puasa bersama ini diikuti oleh tim pemenangan baik yang independen maupun organ parpol koalisi.

Peserta acara petang ini, Minggu (13/9) diperkirakan berjumlah seribuan orang. Karena itu lokasi yang dipilih adalah JCC, Senayan, Jakarta.

“Semula mau diadakan di Cikeas (kediaman pribadi SBY), tapi yang kemarin saja (buka puasa jajaran dan caleg Partai Demokrat) nggak cukup,” kata Ketua DPP PD Andi Mallarangeng kepada detikcom.

Menurut rencana SBY akan menyampaikan pidatonya selaku capres terpilih dalam acara ini. Intinya kurang lebih adalah ucara rasa terimakasih kepada seluruh tim sukses dan partai koalisi atas dukungan mereka dalam kompetisi Pilpres 2009.

“Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita semua,” kata SBY dalam acara berbuka puasa bersama PD  di Cikeas pada 5 September.

Khusus soal rasa terimakasih, ada yang lebih konkret sedang ditunggu-tunggu oleh parpol koalisi dan tim pemenangan. Mau diakui atau tidak, mereka mengharapkan terimakasih itu salah satunya diwujudkan dalam bentuk posisi dalam kebinet.

Terkait itulah maka belakangan media massa ramai oleh berita dan isu calon-calon menteri dihembuskan pihak merasa berkempentingan. Bahkan tidak sedikit yang mengklaim pihaknya sudah mendapatkan kepastian dari SBY akan mendapatkan kepastian jumlah menteri yang bagian dari fatsun politik.

Uniknya SBY justru tegas membantahnya. Selaku orang yang paling berwenang dan berkepentingan soal menteri, dia tegaskan rekrutmen akan dia gelar mulai 1 Oktober 2009 dan oleh karena itu kabar soal posisi menteri sebelum tanggal itu sama sekali tidak benar.

Capres terpilih ini juga menegaskan proses rekrutemen akan mendengar masukan dari pihak yang membantunya dalam Pilpres 2009. Namun tetap keputusan terakhir sepenuhnya kewenangan SBY-Boediono.

“Jangan mudah percaya pada informasi yang antah berantah. Apalagi SMS yang katakan ‘semalam SBY sudah mengambil keputusan ini dan itu’. Saya belum bermanuver politik untuk power sharing,” ujar SBY dua pekan lalu.

Sayangnya penegasan SBY ini tidak kunjung membuat tenang kalangan yang berharap balas jasa. Kita tunggu saja, bagaimana lagi jurus SBY petang ini menenangkan koalisi dan koleganya.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…