Minggu, 13 September 2009 17:19 WIB Wonogiri Share :

Ayah pembunuh bayi sendiri terancam hukuman seumur hidup

Wonogiri (Espos)–Polisi menetapkan tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan bayi kandung di Desa Krandegan, Bulukerto, Wonogiri. Karenanya, Sugeng Riyanto, ayah korban terancam hukuman seumur hidup.

Hal ini sesuai pasal 340 KUHP, yang berbunyi barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan ancaman pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu paling lama 20 tahun.

“Pelaku tunggal, yakni ayah kandung bayi dan kemarin (Jumat-red) sudah dilakukan rekonstruksi. Kejadian itu jelas terencana, karena isteri tersangka pingsan saat bayi diminta dan dicekik,” ujar Kapolres, Sabtu (12/9). Kapolres ditemui Espos seusai memimpin upacara <I>Gelar pasukan ketupat candi 2009<I> menjelaskan, pengungkapan kasus pembunuhan bayi berkat kepedulian dan partisipasi masyarakat.

“Berkat partisipasi masyarakat itulah, anggota (polisi) menindaklanjuti dan dengan cepat melakukan penyelidikan. Karena ayah korban merasa diincar polisi, maka tidak lama kemudian tersangka menyerahkan diri ke Mapolsek,” jelasnya.

Tersangka Sugeng kepada wartawan mengaku melakukan pencekikan karena malu lantaran baru tiga bulan menikah, sang isteri sudah melahirkan. Dia mengakui kalau bayi yang lahir dari rahim isterinya itu adalah anaknya sendiri.

tus

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…