Sabtu, 12 September 2009 19:56 WIB News,Info Mudik Share :

Penumpang KA Bengawan jadi korban pembiusan

Purwokerto–Seorang penumpang Kereta Api (KA) Bengawan jurusan Tanah Abang-Solo Jebres, Ismail (30), menjadi korban pembiusan di dalam kereta sehingga uang dan pesawat telepon selulernya hilang dibawa pelaku.

“Petugas KA Bengawan menyerahkan korban kepada kami tadi pagi, sekitar pukul 04.30 WIB,” kata Perwira Pembina Polisi Khusus KA Daerah Operasi V Purwokerto, Ajun Komisaris Polisi Suryono di  Stasiun Besar Purwokerto, Sabtu (12/9).

Suryono menjelaskan Ismail yang diduga merupakan korban pembiusan ditemukan tergeletak di lantai gerbong kereta oleh petugas yang sedang memeriksa tiket saat KA berada di Cirebon.

Namun karena tak segera sadarkan diri, kata dia, korban pun diturunkan di Stasiun Besar Purwokerto dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Ananda untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah sadar, lanjutnya, korban pun dibawa kembali ke Pos Polsuska Stasiun Besar Purwokerto untuk dimintai keterangan.

“Kendati demikian, kami kesulitan dalam berkomunikasi dengan korban karena kesadarannya belum benar-benar pulih,” katanya.

Saat ditemui wartawan, korban mengaku bernama Ismail yang hendak pulang ke Karanganyar.

“Saya naik dari Jatinegara, mau pulang ke Karanganyar,” kata dia yang kesadarannya belum pulih.

Dia mengaku diberi segelas air mineral dan bir oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Setelah itu, kepalanya terasa pusing hingga jatuh pingsan.

Akibat peristiwa itu, uang sebesar Rp 1 juta dan sebuah pesawat seluler merek Nokia N87 miliknya hilang dibawa pelaku pembiusan.

Hingga berita ini diturunkan, Ismail masih berada di Pos Polsuska Stasiun Besar Purwokerto karena kondisinya belum pulih.

Cara operasi para penjahat memasukkan obat bius atau obat tidur kepada korbannya sering terjadi terutama menjelang arus mudik lebaran.

Pada tahun ini saja, sudah beberapa orang yang menjadi korban dengan cara ini termasuk beberapa orang yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang termasuk para TKI sehingga akhirnya uang mereka hilang begitu saja.

ant/fid

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…