Sabtu, 12 September 2009 15:12 WIB Info Mudik Share :

Pemudik pengguna KA diprediksi naik 5,14 persen

Cirebon–Pemudik pengguna kereta api diprediksi naik 5,14 persen. “Dari 3.076.000 penumpang tahun lalu menjadi sekitar 3.256.000 penumpang tahun ini,” kata Deputi Pesiden Direktur PT Kereta Api, Sudarmo Ramadhan, usai melakukan upacara persiapan arus mudik dan balik di Stasiun Kejaksan, Cirebon, Sabtu (12/9).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, jumlah penumpang kereta api kelas ekonomi masih mendominasi. Dari jumlah tersebut, lanjut Sudarmo, sebanyak 70 persennya atau sekitar 2,5 juta merupakan penumpang kelas ekonomi, sedangkan sisanya penumpang kelas eksekutif dan bisnis.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang kereta api ekonomi, Sudarmo mengatakan pihaknya sudah menambah 33 kereta api kelas ekonomi yang mulai berangkat dari Pasar Senen, Jakarta, menuju Surabaya.

Dengan adanya kereta api baru ini nantinya diharapkan seluruh penumpang kelas ekonomi bisa terangkut.

“Tahun sebelumnya penumpang kelas ekonomi mencapai 29 ribu orang per hari,” kata Sudarmo. Tahun ini penumpang kelas ekonomi diprediksi naik hingga 33 ribu orang per hari.

Selain menambah kereta api kelas ekonomi, PT Kereta Api juga pun telah menambah 16 kereta api eksekutif, 20 kereta api komunitas, dan dua lokomotif baru. Kereta komunitas digunakan untuk mengangkut sepeda motor pemudik ke kampung halaman.

“Kereta ini terdiri dari 10 gerbong di mana satu gerbongnya bisa mengangkut hingga 50 sepeda motor,” katanya.

Mengenai perlintasan kereta api yang tak berpintu, Direktur Teknik PT KAI, Darmawan Daud, mengatakan hingga kini masih banyak.

“Masih ada sekitar 60 persen perlintasan kereta api yang tak berpintu dan tak dijaga,” katanya.

Darmawan mengatakan sesuai dengan undang-undang yang ada, masalah tersebut bukan menjadi urusan mereka lagi, namun merupakan urusan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perhubungan di daerah masing-masing.

Tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…