Sabtu, 12 September 2009 12:02 WIB Internasional Share :

Keluar Penjara, Al Zaidi peroleh rumah baru

Baghdad–Sengsara membawa nikmat. Mungkin itulah perumpamaan yang tepat disematkan kepada Muntazar al-Zaidi, wartawan Irak yang berani melempar George W Bush dengan sepatu pertengahan Desember 2008 lalu.

Setelah mendekam di penjara selama 9 bulan, Zaidi akan dibebaskan dari penjara 14 September mendatang. Sebuah rumah dengan 4 kamar tidur telah menunggunya di luar jeruji besi. Rumah baru itu merupakan hadiah dari kantor tempat Zaidi bekerja, Al Baghdadia TV. Demikian seperti dilansir allheadlines.com, Kamis (10/9).

Tak hanya itu, sebuah mobil baru hadiah dari orang tak dikenal juga telah menanti Zaidi. Itu belum termasuk uang yang dikirim oleh para dermawan, beberapa tawaran menikah, dan tunjangan kesehatan yang ditujukan kepadanya.

Para editor Al Baghdadia TV mengatakan mereka telah menerima banyak permintaan dari perempuan yang hendak menikahi Zaidi. Selain itu banyak pula datang tawaran harta benda, mulai dari uang, mobil, hingga kuda berpelana emas dari Moroko.

Seorang warga Arab bahkan bersedia membeli sepatu Zaidi seharga US$10 juta.

“Pemilik televisi (Al Baghdadia) telah membangunkan rumah baru buat Zaidi dan keluarganya. Banyak pula orang yang mengontak kami menawari berbagai hadiah,” kata produser Al Baghdadia TV, Anas Al Bayaty.

“Seseorang dari Arab Saudi bahkan ingin membeli sepatu Zaidi seharga US$10 juta. Ada juga yang ingin memberinya emas, dan banyak pula yang ingin menawarinya untuk dinikahkan dengan putri mereka. Kami masih menunggu Zaidi dan tidak menerima pemberian mereka kecuali bunga,” imbuh Bayaty.

Seorang petani Palestina berusia 75 tahun yang tinggal di Tepi Barat, Ahmad Jouda, rela menjual sebagian kambingnya dan mengumpulkan puluhan ribu dolar dari kerabatnya untuk mendukung Zaidi. Dia bahkan menawari Zaidi untuk menikah dengan salah seorang kerabat perempuannya.

Berbagai tawaran itu dimulai tahun lalu ketika seorang pria Mesir bernama Saad Gumaa menelepon keluarga Zaidi dan menawarkan anak perempuannya yang berusia 20 tahun, Amal Saad Gumaa, untuk dinikahi Zaidi.

“Saya ingin tinggal di Irak. Apalagi kalau saya bisa bersama dengan pahlawan ini (Zaidi)…Itu adalah suatu kehormatan bagi saya,” kata Amal.

Mantan Presiden AS George W Bush memang tidak disukai di dunia Arab. Para analis berpendapat, banyak warga Arab yang beranggapan dengan tindakannya itu Zaidi telah mewakili mereka mengekspresikan kemarahan, hal yang tidak berani dilakukan oleh para pemimpin politik lokal.

“Zaidi mewakili perasaan umum penduduk Arab terhadap kebijakan luar negeri AS atas Timur Tengah dan khususnya permusuhan mereka terhadap Bush karena invasi ke Irak,” kata sosiolog Muna Al-Bahar.

dtc/fid

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masih Ingin Jadi Pengarang?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (22/6/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, seorang penulis, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulias adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Timbul perasaan sedih, geram, geli, sekaligus haru tatkala membaca…