Sabtu, 12 September 2009 13:05 WIB Info Mudik Share :

KA operasikan KA Komunitas angkut sepeda motor

Cirebon–PT KAI mengoperasikan KA Komunitas guna mengangkut sepeda motor dari Jakarta ke Semarang hingga Surabaya maupun Jakarta ke Jogyakarta hingga Surabaya.

“Sebanyak 10 KA barang tersebut kini dioperasikan guna mengangkut sepeda motor,” kata Deputi Direktur Utama PT KAI S Ramadhan kepada wartawan di Cirebon, Sabtu (12/9).

Ia mengatakan, dengan demikian, pada angkutan Lebaran tahun ini bisa mengurangi sepeda motor yang melaui jalan raya khususnya di pantura.

Menurut dia, masyarakat pengguna jasa angkutan saat ini sudah bisa menitipkan sepeda motor yang akan mudik ke Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya.

“Daripada membawa sepeda motor dengan risiko di jalanan, akan lebih baik dikirim lewat KA, sedangkan penggendara bisa naik KA atau naik bis,” katanya.

Ia menambahkan, satu gerbong KA tersebut bisa mengangkut sekitar 50 sepeda motor. Kalau 10 rangkaian berarti bisa mengangkut sekitar 500 sepeda motor sekali berangkat.

Menyinggung kesiapan PT KAI menghadapi Lebaran tahun ini, ia mengatakan, semua sudah siap 100 persen karena sudah empat bulan direncanakan.

Kendati sudah siap 100 persen, kalangan direksi tetap turun ke lapangan, melihat sendiri kesiapan personel, rel dan jembatan.

Ketika apel pasukan di Stasiun Besar Cirebon, ia minta petugas untuk senantiasa mengingatkan penumpang untuk tidak berdiri di atas atap maupun di sambungan KA.

Ia menambahkan, tahun ini PT KAI diperkirakan akan mangangkut 3,256 juta penumpang atau naik sekitar 15,14 persen dari Lebaran tahun lalu sebanyak 3,076 juta penumpang.

Penumpang sebanyak itu akan dilayani 212 kereta reguler dan 15 KA merupakan tambahan khusus bagi kereta Lebaran.

“Kami akan mengangkut sekitar 150 ribu orang setiap hari,” katanya.

Dari jumlah itu, kata dia, sekitar 70 persen angkutan KA merupakan kelas ekonomi dan 30 persen eksekutif.

“Atau sekitar 2,5 juta angkutan KA untuk rakyat kecil,” katanya.

Sementera itu, Direktur Teknik PT KAI Darmawan Daud mengatakan, dalam angkutan Lebaran tidak ada pembatasan kecepatan KA.

Mengenai pelintasan KA yang tidak ada penjaganya di Indoensia ada sekitar 60 persen.

Ia mengatakan, UU Perkeretapian tidak mewajibkan PT KAI menjaga pintu pelintasan tersebut.

“Penjagaan adalah kewajiban pemerintah daerah, katanya.

ant/fid

STAFF MARKETING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Anomali Ekonomi Indonesia

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Menarik mencermati kondisi perekonomian Indonesia selama tujuh bulan pada 2017 ini. Secara umum…