Sabtu, 12 September 2009 18:44 WIB Sukoharjo Share :

Jatah OP belum turun, Disperindag surati distributor

Sukoharjo (Espos)–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makmur menyurati distributor gula pasir di Surabaya lantaran hingga saat ini jatah 10 ton gula pasir untuk operasi pasar (OP) belum juga diterima.

Pemberitahuan dalam bentuk faks itu dikirim, Sabtu (12/9). Faks tersebut kemungkinan saat ini sudah diterima distributor gula pasir di Surabaya.

Kepala Disperindag Sukoharjo, Nanik Sunarni menjelaskan, di tahun ini Sukoharjo mendapat jatah 10 ton gula pasir untuk OP. Selanjutnya sesuai dengan instruksi Pemerintah Pusat, beras tersebut akan dijual dengan harga murah untuk masyarakat yang membutuhkan senilai Rp 7.000 per kilogram (Kg).

“Dengan mahalnya harga gula pasir di pasaran, menurut rencana kami memang akan digelar OP. Kalau di Sukoharjo, yang digelar adalah pasar murah,” jelasnya kepada wartawan, Sabtu (12/9).

Saat ditanya kepastian waktu OP, Nanik mengaku belum bisa menjawab. Pasalnya, hingga saat ini kepastian waktu turunnya gula pasir bantuan dari pemerintah pusat belum juga ada.

“Kalau turunnya bantuan gula pasir dari pemerintah pusat saja belum pasti, bagaimana kami bisa memutuskan OP-nya kapan,” tandas dia.

Dengan turunnya jatah bantuan gula pasir di sejumlah daerah sementara jatah di Sukoharjo belum, Nanik mengaku, saat ini pihaknya sudah mengirim faks untuk konfirmasi ke distributor Surabaya.

aps

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…