Jumat, 11 September 2009 11:45 WIB News Share :

TNI AL gagalkan penyusupan imigran Afganistan ke Australia

Mataram–TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram menggagalkan aksi penyusupan 57 orang imigran Afganistan yang hendak ke Australia melalui jalur laut.

Komandan Lanal (Danlanal) Mataram, Kolonel Laut (P) Nanang Eko Ismurdianto, kepada wartawan di Mataram, Jumat (11/9), mengatakan, 57 orang imigran Afganistan itu ditangkap di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) sekitar dua mil sebelah utara Pulau Patakan, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (10/9) malam sekitar pukul 20.00 Wita.

“Saat itu mereka menumpangi kapal kayu berbobot 15 GT yang diduga merupakan kapal sewaan untuk menyeberangkan 57 orang imigran Afganistan itu ke kapal besar yang diparkir di laut lepas untuk selanjutnya menuju Australia,” ujarnya.

Menurut Nanang, dugaan para imigran Afganistan itu hendak menyusup ke Australia melalui jalur laut diperkuat oleh keterangan sejumlah pihak yang mengetahui kehadiran puluhan imigran Afganistan itu di wilayah NTB.

Bahkan, pihaknya menduga kuat rencana aksi penyusupan ke Australia itu dikoordinir oleh pihak tertentu.

Karena itu, tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) kapal kayu yang mengangkut 57 imigran Afganistan itu diperiksa intensif guna mengetahui pihak yang mengkoordinir rencana aksi penyusupan itu.

Ketiga ABK yang tengah diperiksa di Lanal Mataram yakni Ahmad H. Yasin, Akbar Maulana dan Jemi.

“Setelah kami periksa, segera diserahkan ke pejabat imigrasi untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan institusi itu. Apakah hendak dideportasi atau dikoordinasikan dengan UNHCR dan IOM, itu tugas imigrasi,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang dari 57 imigran Afganistan bernama Ali Yawar (28) mengaku mereka hendak menikmati pemandangan alam di perairan NTB.

Ali membantah hendak menyusup ke Australia meskipun memberikan keterangan yang janggal seperti mendapat izin dari UHCR dan IOM karena keberadaan mereka di Indonesia selaku pengungsi warga negara asing yang mencari suaka politik.

“Kami sudah delapan bulan di Jakarta (penginapan yang disediakan UNHCR dan IOM) dan mendapat izin dari UNHR dan IOM selama seminggu untuk menikmati pemandangan pantai di wilayah NTB,” ujar Ali.

Para imigran Afganistan itu merupakan bagian ribuan pengungsi WNA yang masih bertahan di berbagai daerah di Indonesia, semenjak mencari suaka politik karena saat itu negaranya dilanda kekacauan atau konflik internal, sejak tahun 2000 lalu.

Namun, ketiga ABK kapal pengangkut 57 imigran Afganistan itu mengakui para imigran itu hendak diseberangkan ke kapal besar yang menunggu di laut lepas.

“Saya dengar begitu, malam itu kami menunggu nakhoda sekaligus juragan kapal untuk membawa mereka ke tengah laut. Belum sempat nakhoda datang kami sudah ditangkap angkatan laut,” ujar Ahmad H Yasin dibenarkan Akbar Maulana dan Jemi.

ant/fid

lowongan kerja
lowongan kerja SALES SMARTFREN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…