Jumat, 11 September 2009 20:19 WIB Wonogiri Share :

Rekonstruksi pencekikan bayi, istri tersangka pingsan

Wonogiri (Espos)–Seribuan warga Bulukerto dan sekitarnya, mendatangi Mapolsek dan permakaman Boyoluko, Krandegan, Bulukerto, Jumat (11/9). Mereka mendatangi dua tempat itu untuk melihat tersangka pembunuhan bayi dan pembongkaran makam bayi berjenis kelamin perempuan.

Pada Jumat siang kemarin, polisi melakukan dua kegiatan sekaligus, yakni pembongkaran makam untuk autopsi dan rekonstruksi. Kegiatan itu dipimpin oleh Wakapolres Kompol Sudarto dan Kasatreskrim AKP Sugiyo. Sedangkan warga dengan aneka kendaraan berkumpul di Mapolsek Bulukerto, karena tersangka Sugeng Riyanto, dibawa petugas Polres Wonogiri ke Mapolsek.

Di Mapolsek, Ny efi Triyani, 19, untuk kali pertama bisa bertemu dengan suaminya yang ditangkap Selasa lalu. Efi didatangkan untuk dilakukan rekonstruksi. Salah seorang warga yang melihat pembongkaran dan rekonstruksi, Saryono, kepada Espos mengatakan Efi sempat pingsan saat melakukan rekonstruksi pencekikan bayinya.

“Saat suaminya meminta bayinya, isteri tersangka terlihat lemas dan pingsan. Peristiwa itu terjadi masih di dalam kendaraan Futura yang dikemudikan tersangka,” ujar Saryono.

Dijelaskannya, pembongkaran makam dipimpin oleh dr Pujo Pramono SpF dibantu 20-an asisten. Dalam pemeriksaan diketahui bahwa bayi tersebut mati sekitar 12 hari lalu dengan luka lebam di leher. Ditambahkan oleh Camat Bulukerto, Daryoko yang dihubungi <I>Espos<I>, pembongkaran makam berlangsung cepat.

“Lubang makam tidak terlalu dalam, sekali dicangkul sudah bisa diketahui mayatnya. Saat diangkat, kondisi bayi itu masih mengenakan pakaian lengkap dilapisi kain,” ujar Daryoko. Selagi tim forensik asal Solo melakukan autopsi, warga membuat lubang baru untuk pemakaman bayi tak berdosa tersebut. Letak lubang makam berada di pinggir jalan kampung atau sisi timur dari makan semula. “Kondisi mayat masih utuh seperti layaknya bayi normal dan sebelum dimakamkan bayi tersebut dimandikan.”

Sementara itu, jaksa Bagus Sutejo yang mengikuti jalannya rekonstruksi dan pembongkaran makam mengatakan sekitar sepuluhan adegan diperagakan oleh tersangka.

“Pelaku memang ayah bayi. Pencekikan bayi dilakukan dalam perjalanan pulang dari rumah bidan. Saat bayi dicekik, isteri tersangka (Efi) pingsan dan dibawa ke rumah.”
tus

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…