Jumat, 11 September 2009 09:54 WIB Ekonomi Share :

PT PLN jamin kenaikan TDL tak bebani rakyat

Jakarta–PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjamin kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tahun depan tidak akan memberatkan pelanggan.

Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar menjelaskan berdasarkan hasil survei yang dilakukan PLN,  komponen biaya listrik berada di bawah 10 persen dari kebutuhan hidup masyarakat sebulan.

“Ada yang dua persen, tiga persen, lima persen, tujuh persen dari kebutuhan hidup mereka sebulan, jadi sebetulnya relatif kecil,” kata Fahmi di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (10/9) malam.

Fahmi mencontohkan, untuk pelanggan yang menggunakan daya sebesar 450 volt ampere,  rata-rata pembayaran listrik perbulannya sekitar Rp 31.000. Sehingga kalau ada kenaikan misalnya 20 persen, maka kenaikan yang harus ditanggung sebesar Rp 6.000 per bulan.

“Nah kalau kenaikannya misalnya sebesar 10 persen berarti kenaikannya sekitar Rp 3.000. Jadi harapan kami angka-angka ini tidak memberatkan pelanggan,” jelas Fahmi.

Sementara untuk kenaikan bagi pelanggan industri dan bisnis, imbuh Fahmi, pihaknya juga akan mempertimbangkan imbas kenaikan TDL tersebut terhadap daya saing mereka  terhadap industri-industri di luar negeri.

Fahmi mencontohkan, untuk pabrik semen yang komponen biaya listriknya hanya 17 persen dari seluruh biaya produksi, sehingga jika dikenakan kenaikan sebesar 20 persen berarti kenaikannya sekitar 3,4 persen dari seluruh produksi pabrik semen tersebut.

“Ini sebetulnya masih make sense. Jika dibandingkan dengan  produksi di  negara lain. Ini masih cukup bersaing,” ungkapnya.

Fahmi menambahkan, saat pihaknya tengah menyusun beberapa skenario kenaikan TDL yang akan diusulkannya kepada pemerintah.

“Semua sedang diperhitungkan dan semua skenario masih mungkin berubah. Nanti hasil perhitungan ini akan kita usulkan ke pemerintah,” pungkasnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…