Jumat, 11 September 2009 16:14 WIB Internasional Share :

Presiden Moldova mengundurkan diri

Chisinau–Presiden Moldova yang berhaluan komunis, Vladimir Voronin, dalam sebuah pernyataan, Jumat mengatakan ia melepaskan jabatannya dan menyerahkan kekuasaan kepada lawan-lawannya yang pro Barat.

“Saya dengan hati yang berat menyerahkan kekuasaan kepada penguasa baru,” kata Voronin dalam pernyataan yang disiarkan dalam surat-surat kabar edisi pagi.

Empat partai pro Barat mengalahkan partai komunis yang berkuasa dalam pemilu sela parlemen  Juli dan kini memiliki hak membentuk pemerintah. Tetapi koalisi yang mereka bentuk segera setelah pemilu itu masih kekurangan delapan  suara yang diperlukan untuk memilih presiden baru.

Penjabat Presiden  Vladimir Voronin yang berkuasa sejak tahun 2001, tidak dapat bertarung untuk masa jabatan empat tahun ketiganya.

Ia pekan lalu mengatakan  ia akan mengundurkan diri dan menjadi anggota parlemen, tetapi Partai Komunis yang dipimpinnya  mengharapkan pengadilan akan menguatkan satu keluhan prosedural yang akan menunda proses untuk memilih satu pemerintah.

Moldova, negara Eropa termiskin , berada di persimpangan jalan  antara integrasi lebih jauh dengan Uni Eropa da hubungan lebih erat dengan Rusia.

Siapa pun yang akan berkuasa  harus membawa negara itu keluar dari resesi yang mendalam dan menyelesaikan konflik setahun Transdniestra,  satu daerah  kecil berbahasa Rusia yang membangkang.

Ant/tya

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…