Jumat, 11 September 2009 17:36 WIB News Share :

Kompak gelar demo korupsi Bupati Pati

Semarang (Espos)–Ratusan orang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pati Anti Korupsi (Kompak) menggelar demonstrasi mendesak Kapolda Jateng mengusut tuntas dugaan korupsi Bupati Pati, Tasiman senilai Rp 1,9 miliar.

Demonstrasi yang dilakukan di depan Kantor Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jateng, Jl Pahlawan, kota Semarang, Jumat (11/9) sempat diwarnai kericuhan.

Kericuhan terjadi saat pengunjuk rasa Kompak hendak masuk ke dalam Gedung Mapolda Jateng namun diadang petugas dari Polda dan Polres Semarang Selatan yang membuat pagar betis di depan gerbang pintu masuk.

Sempat terjadi aksi dorong antar petugas dengan pengunjuk rasa. Petugas berupaya membubarkan pengunjuk rasa yang dinilai tak memiliki izin tersebut.

Kericuhan tak sampai berlanjut ke bentrokan fisik, setelah Kapolwiltabes Semarang Kombes Pol Erward Syah Pernong turun langsung meminta masa pengunjuk rasa tak berbuat anarkis.

Pengunjuk rasa datang ke Mapolda dengan mengendarai sebanyak 12 unit bus yang diparkirkan berjajar di depan Kantor Gubernur Jateng yang berjarak sekitar 200 meter.

Koordinator Kompak, Sukaryo mendesak kepada Kapolda Jateng untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi Bupati Pati, Tasiman yang sampai sekarang belum ada kejelasan.

Padahal kasus tersebut telah dilaporkan kepada Polda Jateng sejak tahun 2004 silam, namun tak ada perkembangan penyidikan.

“Kami minta Kapolda segera menuntaskan kasus dugaan korupsi Bupati Pati yang sampai sekarang masih terkatung-katung,” katanya.

Menurut ia, Bupati Tasiman dilaporkan ke Polda Jateng dalam kasus dugaan korupsi dobel anggaran untuk laporan pertanggungjawabab bupati 2002 menggunakan APBD Pati senilai Rp 250 juta.

Tasiman juga diduga telah melakukan korupsi APBD 2003 untuk bantuan pihak ketiga senilai Rp 750 juta dan APBD perubahan 2003 senilai Rp 900 juta.

oto

lowongan kerja
lowongan kerja guru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…