Jumat, 11 September 2009 18:33 WIB Solo Share :

Kirab budaya bakal iringi boyongan pedagang Pasar Windujenar

Solo (Espos)–Sebuah kirab budaya yang diikuti perwakilan pedagang dari 41 pasar tradisional di Solo bakal mengiringi kepindahan pedagang Pasar Windujenar dari lokasi pasar darurat di Sriwedari kembali ke bangunan baru di kawasan Ngarsapura, Jumat (25/9).

Selain barang-barang antik khas Pasar Windujenar, akan ditampilkan pula tumpeng dan aneka jajanan tradisional khas dari para pedagang 41 pasar tradisional. Diperkirakan ada lebih 100 macam jajanan pasar yang akan diusung dalam kirab budaya tersebut.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo, Subagiyo, ditemui seusai menghadap Walikota bersama sejumlah pedagang Pasar Windujenar di Balaikota, Jumat (11/9) mengungkapkan, peserta kirab diperkirakan mencapai 350-an orang yang meliputi 150 pedagang Windujenar yang akan membawa barang-barang antik, serta masing-masing lima pedagang dari 41 pasar tradisional di Solo, yang akan membawa tumpeng dan jajanan pasar.

“Rencananya kirab dimulai dari Sriwedari sekitar pukul 16.00 WIB, sehingga diharapkan sampai di Ngarsapura sudah agak gelap. Saat itulah, kedatangan mereka disambut dengan penyalaan lampu-lampu di kawasan Ngarsapura,” ujar Subagiyo.

Di samping pedagang, Subagiyo mengatakan, akan ikut pula dalam kirab itu sejumlah pasukan prajurit seperti Kutho Renggo, Rekso Projo, Jogo Tirto, serta gamelan corobalen. Formasinya terdiri atas pasukan berkuda, jalan kaki dan kereta.
shs

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
ISI Bukan Kampus Zombi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (23/8/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gmail.com Solopos.com, SOLO¬†— Institut Seni Indonesia (ISI) Solo segera dipimpin rektor baru. Rektor Sri Rochana Widyastutieningrum…