Jumat, 11 September 2009 12:23 WIB News Share :

Deplu
Kasus Balibo Five sudah ditutup

Jakarta–Departemen Luar Negeri telah meminta pejabat tinggi Deplu bertemu dengan Menlu Australia untuk meminta klarifikasi isu kasus ‘Balibo Five’ yang tengah diangkat Kepolisian Federal Australia (AFP). Bagi RI, kasus Balibo Five sudah selesai.

“Bagi kita Balibo Five sudah kita anggap selesai. Posisi kami sudah jelas. Kami sudah meminta pejabat tinggi kami bertemu dengan Menlu Australia untuk mencari klarifikasi dan menyatakan posisi kita,” kata Juru Bicara Deplu Tengku Faizasyah di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

Menurut dia, Deplu akan mengikuti secara dekat pertemuan ini.

“Bagaimana isu ini berdampak pada hubungan bilateral. Jawabannya adalah kedua negara sangat menghargai hubungan bilateral. Hubungan bilateral kami sangat stabil dan positif,” ujarnya.

Faiz mengatakan, kasus Balibo itu masalah internal di Australia.

“Bisa saja dipicu oleh rilis film itu. Rilis film tekanan dari keluarga. Semua bisa menjadi faktor kenapa kasus ini bisa diselidiki ulang. Tetapi, benar-benar kami tidak bisa komentar mengenai kasusnya,” papar dia.

Ketika ditanya apakah Indonesia akan membantu investigasi kasus Balibo, Faiz menjawab, kasus tersebut sudah ditutup dan selesai.

“Gimana kita bisa membantu kalau kita tidak memikirkan untuk membuka kasus ini. Tidak ada intensi dari pemerintah untuk membuka kembali kasus ini,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan Kepolisian Federal Australia (AFP) akan memulai penyelidikan atas kemungkinan telah terjadi kejahatan perang terhadap kematian 5 jurnalis di Timor Leste tahun 1975 silam. 5 Jurnalis itu terkenal dengan sebutan ‘Balibo Five’, yaitu jurnalis Greg Shackleton dan Tony Stewart (Australia), Brian Peters dan Malcolm Rennie (Inggris), serta Gary Cunningham (Selandia Baru). Mereka tewas saat meliput masuknya militer Indonesia ke Timor Timur.

dtc/fid

lowongan kerja
lowongan kerja Penerbit Ziyad, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…