Kamis, 10 September 2009 16:48 WIB Klaten Share :

Tim temukan oknum wartawan tanpa KTP

Klaten (Espos)–Tim razia kependudukan Pemkab Klaten menggelar razia Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kamis (10/9). Razia digelar untuk menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) soal penanganan terorisme.

Kasi Trantib Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten, Prim Sudarmono kepada wartawan seusai razia mengatakan, dari hasil razia petugas mengamankan lima orang tanpa identitas kependudukan yang jelas.
“Operasi dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Mendagri,” urainya.

Razia yang dimulai dari Stasiun Klaten tersebut berlangsung lancar. Di Stasiun setempat tim mengamankan empat orang tanpa KTP. Setelah itu tim bergerak ke Prambanan, Klaten. Di lokasi kompleks Candi Sewu, tim menemukan pasangan yang tengah bersantai.

Salah seorang pasangan, Sri Suwarni digelandang tim karena tak bisa menunjukkan KTP miliknya. Dia juga diketahui mengaku sebagai wartawan sebuah tabloid. Sempat terjadi perdebatan sengit antara Sri dengan sejumlah wartawan yang meliput. Namun, akhirnya dia digelandang juga oleh petugas.

Menurut Sudarmono razia digelar dengan dasar Peraturan Daerah (Perda) No 25/2007 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil Kabupaten Klaten. Berdasarkan Perda tersebut,
KTP adalah bagian dari dokumen kependudukan seorang warga. Razia dilakukan sebagai langkah antisipasi dini dari aksi terorisme. Dengan mendeteksi kepemilikan KTP, setidaknya tim dapat memastikan keberadaan warga yang ada di wilayahnya.

Selain menemukan lima orang tanpa KTP, tim juga menggelandang sejumlah pasangan tak resmi ke kantor Satpol PP setempat. Pasangan tak resmi yang digelandang tepergok tengah berduaan di sebuah kamar kos di belakang Terminal Bendogantungan, Klaten.

haa

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…