Kamis, 10 September 2009 16:47 WIB Solo Share :

SPII Solo tuntut Densus 88 dibubarkan

Solo (Espos)–Puluhan aktivis Islam dari berbabagi elemen Islan di Solo yang tergabung dalam Solidaritas Pemuda Islam Indonesia (SPII) mendatangi Kantor DPRD Kota Solo, Kamis (10/9), guna menyampaikan aspirasinya atas adanya stigma terorisme yang mengarah ke orang Islam dan mendesak dibubarkannya Densus 88.

Kedatangan massa SPII di bawah pimpinan Yusuf Suparno sekitar pukul 10.30 WIB itu diterima Wakil Ketua Sementara Dewan Supriyanto yang didampingi enam pimpinan fraksi yang ada di Ruang Kepanitian DPRD Solo.

Mereka menggelar audiensi dengan membawa poster-poster yang bertuliskan kecamatan terhadap Densus 88 dan penanganan terorisme yang dinilai sepihak.

Dalam pertemuan tersebut Ketua SPII Solo, Yusuf Suparno membacakan pernyataan sikap yang sebelumnya sempat dikirimkan kepada Ketua DPR, Presiden, Panglima TNI dan Kapolri tentang larangan NKRI dibuat negara militer dan polisional serta menuntut pembubaran Densus 88.

Tuntutan itu disampaikan kepada DPRD Solo terkait dengan peristiwa yang terjadi di Hotel JW Marriot, Ritz Carlton pada 17 Juli mendatang, peristiwa di Jati Asih dan peristiwa pengepungan di Temanggung pada 8 Agustus lalu, serta penangkapan Muh Jibril Abdurahman yang telah mendiskreditkan umat Islam atas isu terorisme.

Setidaknya ada sembilan dasar yang dipakai SPII untuk menyampaikan aspirasinya.

“Pembentukan Densus 88 dilatarbelakangi perang global melawan terorisme dan peristiwa bom Bali. Definisi terorisme tidak jelas dan cenderung menyudutkan umat Islam. Ketidakmampuan negara melindungi hak-hak konstitusi rakyatnya. Densus 88 dinilai dikendalikan asing di bawah pimpinan Amerika. Dalam penanganan kasus Polri dinilai dikriminasi dan melukasi hati umat Islam,” tegasnya.

Berdasarkan fakta tersebut, kata Yusuf, SPII meminta kepada Kapolri agar keberadaan Densus 88 yang terkontaminasi kepentingan asing dibubarkan.

trh

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…