Kamis, 10 September 2009 10:49 WIB News Share :

Menag
Agama tak ajarkan tindakan terorisme

Yogyakarta–Menteri Agama Dr. H. Muhammad Maftuh Basyuni menegaskan, bahwa agama tidak membenarkan tindakan terorisme, karena agama-agama jelas mengajarkan moderasi.

Penegasan Menag itu disampaikan ketika membuka Dialog Pemuka Lintas Agama Asia-Eropa (ASEM Interfaith/Intercultural Retreat for Religious) di Yogyakarta, Rabu (9/9) malam.

Kegiatan itu sendiri berlangsung selama 3 hari, 9 – 12 September 2009, diikuti 80 peserta, 30 diantaranya berasal dari Asia-Eropa dan 50 peserta dari dalam negeri. Nampak hadirĀ  Dirjen Amerika dan Eropa Deplu, Retno Marsudi dan sejumlah tokoh agama.

Dalam Islam, diajarkan bahwa Tuhan menginginkan kemudahan bagi manusia, bukan kesulitan. Juga Islam mengajarkan rahmat dan salam, bukan bom dan teror, kata Maftuh.

Demikian juga Yesus menekankan kasih dan damai. Buddha dan Khonghucu mengutamakan keseimbangan antara Yin dan Yang, antara sifat maskulin dan feminim.

“Sesungguhnya penganut faham keagamaan moderasi jauh lebih besar daripada radikal,” katanya lagi.

Dengan demikian jelas bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah melakukan gerakan bersama menyuguhkan semangat moderasi, toleransi dan damai. Hal ini dapat dilakukan melalui gerakan kultural yang bisa menyadarkan kepada semua umat bahwa agama tidak membenarkan tindakan terorisme.

Dialog, kata Menag, merupakan salah satu jalan keluar dari persoalan antar umat beragama dan bahkan kelompok bangsa. Konflik agama yang pernah terjadi sesungguhnya bukan disebabkan oleh agama, namun dilatarbelakangi oleh isu ekonomi, politik dan ditambah lagi tidak adanya dialog antarkelompok masyarakat yang berbeda agama dan budaya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…