Kamis, 10 September 2009 15:11 WIB News Share :

Kapolri persilakan KPK periksa SD

Jakarta–Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan pihaknya mempersilakan dan tidak akan menghalangi upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki keterlibatan pejabat tinggi Polri berinisial SD yang diduga terlibat kasus Bank Century.

“Silakan saja kalau memang nanti ada. Silakan saja. Seharusnya tidak ada masalah,” kata Kapolri sebelum sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (10/9).

Menurutnya, rencana KPK memeriksa SD dan rencana Mabes Polri tidak perlu persetujuan dari Presiden Yudhoyono karena itu sifatnya hubungan antarlembaga.

Menurutnya, rencana Mabes Polri memanggil pimpinan KPK terkait kasus suap PT Masaro bukan menandakan adanya masalah dalam hubungan kedua lembaga.

“Hubungan kelembagaan tidak ada masalah. Apa yang dilakukan Polri didasari atas dasar laporan ke polisi dari mantan ketua KPK Antasari Azhar. Itulah yang ditindaklanjuti,” katanya.

Karena adanya laporan itu, lanjutnya polisi harus melanjutkannya melalui proses penyidikan kalau terpenuhi kemudian perlu dipanggil pejabat terkait.

“Ini sudah dikoordinasikan dan nanti mudah-mudahan pada Jumat tidak akan ada masalah,” katanya.

Jumat (11/9) empat pimpinan KPK kembali dipanggil ke Mabes Polri setelah panggilan sebelumnya pada Selasa (8/9) tidak dipenuhi pimpinan KPK.

ant/fid

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…