10909ahtenane
Kamis, 10 September 2009 11:41 WIB Ah Tenane Share :

Jaburan mbayar

10909ahtenaneAgar menambah semangat anak-anak untuk Salat Tarawih, sebuah masjid di Sragen membagikan makanan ringan yang biasa disebut jaburan.
Di sisi lain, warga setempat yang bernama Lady Cempluk juga tak kalah semangat untuk menjajakan makanan ringan di lingkungan masjid yang banyak anak itu. Di samping jualan, Cempluk juga ikut Tarawih di situ. ”Usaha sambil ibadah,” begitu pikirnya.
Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Saat hari pertama jualan ndilalah karena satu dan lain hal panitia belum menyediakan jaburan. Maka begitu Tarawih selesai, anak-anak langsung menuju makanan yang tertata rapi di pojok serambi masjid. Salah seorang panitia, sebut saja Gendhuk Nicole segera tanggap, sebelum anak-anak menyerbu makanan, Gendhuk yang biasanya bertugas membagi jaburan itu langsung meng-handle dengan membagi-bagikan makanan itu agar anak-anak tidak rebutan. Dalam waktu sekejap maka ludeslah makanan itu. ”Wah, jaburane bengi iki enak-enak cah,” celetuk salah seorang bocah.
”Ha’a, tur akeh sisan,” sahut yang lain.
Namun begitu Cempluk keluar dari masjid, ”Lho!!! Daganganku mana? Tadi tak taruh di sini kok sekarang tinggal wadahnya tok?” jawab Cempluk bingung campur was-was.
Mak dhieg! Gendhuk Nicole kaget saknalika. ”Walah! Jadi itu tadi daganganmu ta, tak kira jaburan-e, tiwas tak dum…”
Mendengar itu lemaslah Lady Cempluk. ”Wadhuh, remuk… remuk!” sambatnya sambil prembak-prembik menahan tangis.
Merasa bersalah, Gendhuk pun mengumumkan lewat corong masjid, ”Bapak-bapak, ibu-ibu, mohon maaf, ada kesalahan teknis! Bagi yang merasa anaknya keduman jaburan, nanti harap etungan sendiri-sendiri dengan Yu Cempluk, karena yang dibagi tadi bukan jaburan melainkan dagangan…!”
Karuan saja pengumuman yang sebetulnya serius itu membuat ger-geran wong sak kampung.  Kiriman Suprapto SPd, SMK Muhammadiyah 5 Miri, Jl Solo-Purwodadi Km 26, Miri, Sragen 57276

Lowongan Pekerjaan
PT. GITA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Anomali Ekonomi Indonesia

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Menarik mencermati kondisi perekonomian Indonesia selama tujuh bulan pada 2017 ini. Secara umum…