Kamis, 10 September 2009 17:24 WIB Sport Share :

Federer hadapi Djokovic di semifinal AS Terbuka

New York–Roger Federer akan melawan Novak Djokovic pada semifinal AS Terbuka, Sabtu, pertemuan ketiga mereka berturut-turut di Flushing Meadows setelah final 2007 dan semifinal tahun lalu.

Unggulan teratas dan juara bertahan Federer mencapai empat besar untuk rekor ke-22 kali dalam turnamen Grand Slam kendati sempat dipersulit di akhir pertandingan oleh Robin Soderling. Federer menang 6-0, 6-3, 6-7 (6/8), 7-6 (8/6).

Unggulan keempat Djokovic memenangi pertandingan yang keras dan menguras stamina dengan petenis Spanyol Fernando Verdasco 7-6 (7/2), 1-6, 7-5, 6-2, mencapai semifinal untuk tahun ketiga berturut-turut.

Federer, yang sedang berusaha menyamai rekor enam gelar AS Terbuka beruntun, tampak seperti akan meraih kemenangan dua set langsung sebelum petenis Swedia Soderling, yang tanpa beban, melesat dengan “forehand” kerasnya.

Ia mengalahkan Federer dengan bangkit dari ketertinggalan 0-4 pada tiebreak set ketiga untuk memaksakan set keempat, dan ketika itu, juga pada tie-break, ia bahkan mendapat “set-point” untuk menang sebelum Federer memenangi tiga poin terakhir dalam pertandingan tersebut.

“Sangat ketat menjelang akhir dan lega sekali bisa lolos karena ia bermain lebih baik dan lebih baik lagi seiring berjalannya pertandingan,” katanya.

“Terlalu mudah pada awalnya, tetapi ia berjuang untuk bangkit dan menunjukkan bahwa ia pemain besar.”

Maju ke semifinal melawan Djokovic, Federer mengatakan, “Ia telah bermain bagus untuk maju dan menempatkan dirinya pada posisi ini.”

“Ia memainkan pertandingan yang solid hari ini dan ia berhasil dengan baik melawan saya dahulu, tetapi saya mengalahkan dia di Cincinnati sehingga saya berharap menjadikannya sebagai dasar dan mengalahkan dia pada Sabtu.”

Soderling, yang kalah untuk ke-12 kali berturut-turut dari Federer, mengatakan bahwa ia bermain sangat buruk pada dua set pertama.

“Saya kira saya memainkan dua set terakhir sangat baik.Saya merasa sepertinya saya benar-benar harus maju untuk memukul, karena semakin lama poin berjalan, semakin baik dia bermain. Maka banyak poin yang saya menangi, Saya menang dalam tiga atau dua, tiga atau empat tembakan,” katanya.

Djokovic tampak dengan jelas kehabisan tenaga hampir sepanjang pertandingan melawan unggulan 10 Verdasco, kehilangan tujuh game secara beruntun dari satu set.

Tetapi ia bekerja keras untuk mengatasi pukulan-pukulan keras lawannya dan setelah petenis Serbia itu memenangi dua set untuk memimpin, petenis Spanyol itu menunjukkan tanda bahwa ia kesulitan dengan cedera otot perut.

Sekali Djokovic mematahkan servis pada set keempat, hanya ada satu pemenang, setelah Verdasco kesulitan untuk mendorong servisnya dan pukulan “forehand” khasnya.

“Secara mental sangat penting bagi saya untuk mengatasi tantangan hari ini dan maju ke semifinal (turnamen Grand Slam) untuk pertamakalinya pada 2009 sehingga saya merasa lega,” kata Djokovic.

“Saya hanya berharap terus bermain dengan baik dan dan menantang Roger Federer.

“Itu bukan set pertama yang bagus. Kami berdua melakukan banyak kesalahkan sendiri dan saya beruntung lolos pada tie-break.

“Pada set kedua saya tidak mampu menemukan ritme permainan dan ia pantas untuk menang, tetapi saya berhasil bangkit dan itulah yang terjadi.”

Pertandingan perempatfinal lainnya yang digelar pada Kamis akan menampilkan Juan Martin del Potro dari Argentina menghadapi Marin Cilic dari Kroasia dan unggulan ketiga Rafael Nadal melawan petenis Chile Fernando Gonzalez.

Ant/tya

lowongan kerja
lowongan kerja PT. Tirtakencana tatawarna, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…